Plt Walikota Cimahi sedang membuka Rakerda MUI Kota Cimahi 2021
CIMAHI, MEDIA3.ID – Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Cimahi Tanun 2021, dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Wali kota Cimahi Letkol Inf. (Purn.) Ngatiyana.
Acara tersebut digelar di Gedung A Kantor Pemerintahan Kota Cimahi, Jalan Rd Daeng Hardjakusumah Cimahi Utara Selasa (2/3/2021).
Plt Walikota Cimahi Ngatiyana sedang membuka Rakerda MUI Kota Cimahi
Ngatiyana membuka secara resmi Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Cimahi, yang merupakan forum ke dua tertinggi di lingkungan MUI sesudah Musyawarah Daerah (Musda) MUI.
Ngatiyana menyampaikan, forum Rakerda MUI ini merupakan momentum yang baik bagi MUI Kota Cimahi untuk melakukan refleksi, evaluasi sekaligus perencanaan program/kegiatan untuk mewujudkan fungsi MUI bagi umat.
Tidak hanya itu saja, bahkan Ngatiyana mengharapkan, agar MUI Kota Cimahi dapat menjalankan visi dan misinya secara konsisten, serta senantiasa memberikan bimbingan dan tuntunan bagi umat Islam dalam mewujudkan kehidupan beragama dan bermasyarakat yang diridhoi Allah SWT.
“Alhamdulillahirabbilalamin hari ini MUI Kota Cimahi masa bhakti 2017-2022 melaksanakan Rakerda untuk tahun 2021, dari pelaksanaan Rakerda ini diharapkan, mudah-mudahan MUI Kota Cimahi akan menghasilkan rancangan-rancangan atau rencana kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat Kota Cimahi,” cetus Ngatiyana.

Pemerintah Daerah Kota Cimahi sangat mengharapkan peran dan bantuan MUI serta semua pihak termasuk para pemuka agama serta tokoh masyarakat dalam memberikan kontribusi dan partisipasi aktif dan nyata dalam mengatasi berbagai krisis dan tantangan yang hadapi.
Oleh karena itu, menurut Ngatiyana, MUI dan para pemuka agama diharapkan mampu menjaga ketenangan dan kejernihan dalam bertindak dan berpikir, sehingga dapat memandu masyarakat agar tidak mudah terpancing dengan isyu-isyu yang menghasut masyarakat, dan mampu mengatasi dan memandang persoalan hidup dengan bijaksana.
“Saya harapkan MUI ini menjadi panutan khususnya bagi umat muslim dan juga menjadi teladan bagi masyarakat khususnya warga Kota Cimahi. MUI juga seyogyanya dapat berfungsi sebagai penyejuk, yang memberikan rasa damai, tenteram, sejahtera di tengah umat, imbuhnya.
Ngatiyanapun menghimbau kepada MUI agar dapat meningkatkan perannya dalam melayani umat sekaligus menjadi mitra Pemerintah dalam berbagai bidang, sesuai tugas pokok dan fungsi (Tupoksi-Red) komisi-komisi yang ada dalam lembaga/badan dilingkungan Majelis Ulama Indonesia.
Ngatiyana juga meminta kepada MUI untuk memposisikan dirinya sebagai mitra pemerintah yang berdiri diatas semua kelompok dan golongan sehingga dapat memandu umat agar mendukung program-program pembangunan sesuai dengan visi pembangunan Kota Cimahi, yaitu menuju Cimahi Baru yang Maju, Agamis dan Berbudaya.
“Diharapkan untuk MUI agar tidak terjun ataupun terlena ataupun ikut di dalam kancah politik. Saya harapkan MUI ini benar-benar jangan terpengaruh dengan politik. Jadi penting artinya bagi MUI ini untuk menjalankan tupoksinya sebagai penyejuk agama. Dengan begitu, mudah-mudahan bisa dikabulkan,” Ujarnya.
Turut hadir pada kesempatan tersebut, Ketua DPRD Kota Cimahi Ahmad Zulkarnain, Ketua MUI Kota Cimahi KH. Alan Nur Ridwan beserta seluruh jajaran Dewan Pimpinan MUI Kota Cimahi periode 2017-2021, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Cimahi Maria Fitriana dan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Cimahi Sugeng Budiono.
(Sinta/Bagdja)






