Pembangunan Gedung DPRD KBB yang terhenti sementara
PADALARAN, MEDIA3.ID – Terkait masalah kelanjutan pembangunan gedung baru Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung Barat (KBBB).
Karena hal tersebut, akhirnya Rapat dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemkab Bandung Barat rencananya untuk membahas kelanjutan Gedung DPRD KBB yang baru. Sebab, Tahun 2021 kontraknya harus sudah selesai.
Yang disesalkan oleh pihak Komisi III, yaitu saat diundang, TAPD tidak menghadirinya.
“Ini progresnya seperti apa? Sementara kita kan tidak mengawasi, bagaimana kalau ditambah progresnya juga tidak tahu karena dinas terkaitnya sendiri tidak hadir,” ujar Iwan Ridwan sebagai Ketua Komisi III DPRD KBB, baru-baru ini.
Yang jadi pertanyaan adalah apakah pembangunan gedung DPRD yang baru, untuk berhenti sementara?
Iwanpun menjelaskan masalah itu mesti dibahas dengan TAPD.
“Itulah yang harus kita kejar dan cari tahu, kalau dibilang mangkrak sih tidak, karena memang ditahun 2021 kan sudah dianggarkan kembali Rp 5 Miliar, cuma tentunya dengan anggaran yang cukup minim tersebut kita tetap harus diskusi,” katanya.
“Tapi ternyata, menurut Iwan kembali, yang disesalkan mereka tidak hadir, kita kan ingin tahu progresnya seperti apa yang dilaksanakan, berapa persen pembangunan gedung itu selesai dan kalau memang kurang anggarannya, berapa kekurangannya sampai selesai ditahun 2021 ini clear,” tegas Iwan.
“Sementara Komisi lll mengawal pembangunan ini dari awal, jangan sampai menjadi persoalan dikemudian hari yang akhirnya saling menyalahkan,” tambah Iwan pula.
Anggota Komisi lll DPRD KBB Pither Tjuandy dari Fraksi Partai Demokrat mengaku sangat kecewa.
“Sebagai lembaga di Komisi lll ini undangan resmi sebagai mitra kerja untuk diskusi kerjasama di dalam pembahasan. Tapi mereka tidak hadir dan tidak menghargai undangan resmi ini, baik Sekda, Kepala Dinas PUPR dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda),” ujar Pither.
Ditambahkan oleh Pither, seluruh anggota Komisi III, merasa tidak dihargai oleh pihak TAPD terhadap lembaga Komisi III DPRD KBB.
“Untuk itu, saya sebagai anggota Komisi lll merasa kecewa dan merasa tidak dihargai lembaga Komisi lll ini,” paparnya..
Pither minta kepada bupati agar dapat memberikan pembinaan sekaligus peringatan kepada tim TAPD yang tidak menghadiri rapat kerja itu.
(Sinta/Bagdja)






