Musim Hujan Mengintai, Polres dan Pemkot Banjar Perkuat Komando Tanggap Bencana

  • Whatsapp

BANJAR, media3.id – Menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi di tengah meningkatnya intensitas hujan, Polres Banjar bersama Pemerintah Kota Banjar memperkuat koordinasi lintas sektor. Sebanyak 450 personel gabungan disiapkan untuk mengantisipasi sekaligus merespons kemungkinan terjadinya bencana di wilayah Kota Banjar.

 

Read More

Kesiapan tersebut ditandai melalui Apel Kesiapsiagaan Bencana Tingkat Polres Banjar Tahun 2026 yang berlangsung di halaman Mapolres Banjar, Kamis (5/11/2026).

 

Personel yang dilibatkan berasal dari unsur Polri, TNI, Pemerintah Kota Banjar, Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta relawan tanggap bencana.

 

Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro mengatakan, kesiapsiagaan tidak cukup hanya dengan menyiapkan personel di lapangan. Sistem komunikasi dan koordinasi antarlembaga juga harus dipastikan berjalan efektif, terutama apabila bencana terjadi di luar jam kerja.

 

Sebagai langkah konkret, Polres Banjar bersama instansi terkait akan membentuk grup komunikasi khusus Tanggap Bencana Kota Banjar melalui WhatsApp.

 

“Grup tersebut menjadi wadah kolaborasi, koordinasi, dan komunikasi bagi setiap satuan kerja terkait. Sehingga apabila terjadi bencana, seluruh unsur bisa saling memberikan informasi dan bergerak bersama,” ujar Didi.

 

Selain itu, masing-masing satuan kerja akan membentuk piket personel serta memastikan kesiapan sarana dan prasarana pendukung. Dengan demikian, petugas dapat dikerahkan sewaktu-waktu ketika situasi darurat terjadi.

 

Kapolres juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kondisi darurat melalui layanan Call Center Polri 110 yang beroperasi selama 24 jam.

 

Sementara itu, Wali Kota Banjar H. Sudarsono menekankan bahwa menghadapi perubahan iklim dan kondisi cuaca yang tidak menentu diperlukan kesiapan seluruh elemen masyarakat, bukan hanya aparat pemerintah dan petugas kebencanaan.

 

Menurutnya, koordinasi harus menjangkau seluruh lapisan, mulai dari Forkopimda, camat, lurah hingga tokoh masyarakat di lingkungan.

 

“Kita upayakan seluruh elemen masyarakat bergerak bersama dalam menangani bencana, agar tidak menimbulkan korban, baik jiwa maupun kerugian harta benda,” ungkapnya.

 

Sudarsono menyebutkan, berdasarkan kejadian selama ini, angin puting beliung dan banjir menjadi dua potensi bencana yang perlu diwaspadai di Kota Banjar.

 

Ancaman banjir biasanya muncul ketika intensitas hujan sangat tinggi sehingga kapasitas tampung saluran air tidak mampu menampung debit air. Sedangkan angin puting beliung memiliki pola kemunculan dan arah yang sulit diprediksi.

 

Kecamatan Langensari menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian terkait potensi angin puting beliung.

 

Terkait dukungan pembiayaan, Sudarsono memastikan pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran untuk kebutuhan penanganan bencana.

 

Penguatan koordinasi lintas sektor ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan apel semata. Kesiapan personel, sistem komunikasi, piket petugas hingga dukungan peralatan menjadi bagian penting untuk memastikan penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.

 

Reporter (Joe)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *