Becak Listrik di Banjar Gratis Cas dan Bergaransi, Penerima Dilarang Menjual atau Menggadaikan

  • Whatsapp

BANJAR, media3.id – Sebanyak 200 unit becak listrik tahap awal didistribusikan kepada masyarakat Kota Banjar, Jawa Barat. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban pengemudi becak sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi dan pariwisata di daerah.

 

Ketua Perencanaan dan Pengembangan Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional, Mayjen Purn. Firman Dahlan, usai serah terima secara simbolis yang bertempat di Banjar Convention Hall (BCH) , Senin (7/9/2026), menjelaskan becak listrik tersebut menggunakan baterai yang dapat diisi ulang selama sekitar dua jam dengan daya tempuh kurang lebih 40 kilometer.

 

Untuk mendukung operasionalnya, fasilitas pengisian baterai atau charging point akan disiapkan Pemerintah Daerah melalui Dinas Perhubungan bekerja sama dengan PLN.

 

“Untuk tempat cas nanti ada terminal khusus yang disiapkan oleh Dinas Perhubungan bekerja sama dengan PLN. Untuk becaknya gratis dan ngecasnya juga gratis,” ujar Firman.

Selain di lokasi yang disiapkan pemerintah, baterai becak listrik juga dapat diisi di rumah masing-masing penerima.

 

Firman mengatakan, becak listrik tersebut memiliki garansi selama satu tahun. Apabila terjadi kerusakan selama masa garansi, teknisi dan mekanik yang telah disiapkan akan melakukan perbaikan atau penggantian komponen yang diperlukan.

 

“Garansinya satu tahun. Nanti ada teknisi dan mekanik yang sudah disiapkan. Kalau dalam setahun ada kerusakan atau komponen yang perlu diganti, akan diganti,” katanya.

 

Becak listrik tersebut disebut mampu membawa dua orang dengan kapasitas beban sekitar 150 kilogram.

 

Firman menambahkan, setelah masa garansi berakhir, penerima manfaat diharapkan telah memahami dasar-dasar perawatan becak listrik melalui pendampingan dan pelatihan yang diberikan.

 

Menurutnya, program tersebut dirancang untuk membantu masyarakat penerima manfaat agar lebih mudah mencari penghasilan dibandingkan menggunakan becak konvensional yang membutuhkan tenaga lebih besar.

 

Target 25 Ribu Unit

 

Secara nasional, program tersebut ditargetkan mencapai 25 ribu unit becak listrik hingga 2026. Untuk Kota Banjar, sebanyak 200 unit telah didistribusikan pada tahap awal.

 

Firman mengatakan jumlah tersebut termasuk yang cukup besar dibandingkan sejumlah daerah lain yang menerima bantuan dalam jumlah lebih sedikit.

 

“Untuk Kota Banjar 200. Ada yang 25, ada yang 60, ada yang 100. Ini termasuk lumayan, yang paling banyak 200,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan penyaluran tahap berikutnya masih dimungkinkan. Namun, distribusi mengalami kendala produksi karena becak listrik tersebut diproduksi oleh PT Pindad sehingga jumlah produksi belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan penerima manfaat.

 

“Insyaallah akan didukung lagi karena terkendala masalah produksi. Produksinya adalah Pindad, karena keterbatasan produksi sehingga distribusinya juga terlambat,” katanya.

 

Untuk tahap awal, penyaluran diprioritaskan di Pulau Jawa. Sementara wilayah di luar Jawa akan mendapatkan penyaluran pada tahap berikutnya.

 

Tidak Boleh Dijual atau Digadaikan

 

Firman menegaskan becak listrik yang diberikan kepada masyarakat merupakan bantuan yang harus dimanfaatkan sesuai peruntukannya.

 

Penerima manfaat tidak diperbolehkan memperjualbelikan, menggadaikan, menyewakan, maupun memindahtangankan becak listrik tersebut.

 

“Ini adalah amanah yang memang harus dimanfaatkan. Jadi harus dipelihara. Tidak boleh diperjualbelikan, tidak boleh digadaikan, tidak boleh direntalkan, tidak boleh dipindahtangankan,” tegasnya.

 

Ia menyebut penerima manfaat ditetapkan berdasarkan pendataan dan kriteria yang telah ditentukan, termasuk ketentuan usia. Dalam program tersebut, penerima yang menjadi prioritas adalah masyarakat berusia 55 tahun ke atas.

 

Terkait penerima yang belum sempat mengikuti atau menyelesaikan pelatihan karena kondisi tertentu, Firman mengatakan masih terdapat kemungkinan untuk mendapatkan pendampingan maupun penyaluran pada tahap berikutnya, dengan mempertimbangkan ketersediaan produksi.

 

Bisa Dikembangkan untuk UMKM

 

Sementara itu, Wali Kota Banjar H. Sudarsono menyambut baik program tersebut. Ia mengatakan masyarakat penerima manfaat bersyukur dan menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan.

 

Menurutnya, penggunaan becak listrik tidak harus terbatas bagi pengemudi becak. Ke depan, pemerintah daerah melihat adanya peluang pemanfaatan kendaraan tersebut untuk mendukung aktivitas pelaku UMKM, khususnya pedagang keliling.

 

“Ini kalau menggunakan becak listrik kelihatannya akan lebih mudah mereka menjangkau jarak-jarak yang jauh, sehingga usaha mereka lebih mudah,” kata Sumarsono.

 

Ia berharap pemerintah pusat melalui APBN dapat mempertimbangkan perluasan program becak listrik untuk membantu pelaku UMKM.

 

Sudarsono juga mengatakan Pemkot Banjar masih akan melihat perkembangan pemanfaatan becak listrik oleh masyarakat. Evaluasi akan dilakukan setelah masyarakat mulai terbiasa menggunakannya di jalan raya.

 

Menurutnya, pada masa awal penggunaan, masyarakat kemungkinan masih berada dalam suasana euforia sehingga perlu dipantau apakah penggunaannya mengganggu lalu lintas atau justru memberikan manfaat yang lebih besar.

 

“Kita sudah satu-dua hari mengamati mereka seperti apa. Pasti pertama euforia, besok banyak yang jalan-jalan, sore juga begitu. Kita lihat saja,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, penerima becak listrik tetap harus mematuhi aturan lalu lintas. Pemerintah daerah nantinya juga akan menerima laporan dari kepolisian maupun Dinas Perhubungan terkait penggunaan becak listrik di jalan raya.

 

“Imbauannya agar mereka taat terhadap tertib lalu lintas yang ada di Kota Banjar,” katanya.

 

Sumarsono berharap becak listrik pada akhirnya tidak hanya membantu pengemudi becak, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas UMKM sehingga memberikan dampak lebih luas terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Banjar.

 

“Kalau untuk kegiatan UMKM juga bisa, biar pertumbuhan ekonomi di Kota Banjar itu tidak hanya kepada tukang becak saja, tapi justru UMKM juga nanti bisa,” pungkasnya.

 

(Joe)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *