Bawaslu Kota Banjar Sasar Generasi Muda, Pojok Pengawasan Disiapkan di Perpusda

  • Whatsapp

BANJAR, media3.id – Upaya menumbuhkan kesadaran demokrasi di kalangan generasi muda terus didorong Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Banjar. Salah satunya melalui rencana pembentukan Pojok Pengawasan di Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kota Banjar sebagai ruang edukasi kepemiluan dan pengawasan partisipatif.

 

Read More

Program ini dirancang untuk mendekatkan informasi tentang pemilu dan demokrasi kepada masyarakat melalui literasi. Dengan memanfaatkan fasilitas perpustakaan, Bawaslu berharap generasi muda dapat lebih memahami proses demokrasi sekaligus menyadari pentingnya peran masyarakat dalam mengawasi penyelenggaraan pemilu.

 

Anggota Bawaslu Kota Banjar, Wahidan, mengatakan kolaborasi dengan Perpusda menjadi langkah untuk memperluas akses masyarakat terhadap informasi kepemiluan.

 

“Pojok Pengawasan ini kami harapkan menjadi ruang bagi rakyat untuk mendapatkan informasi tentang pemilu sekaligus meningkatkan literasi demokrasi bagi rakyat Banjar,” ujarnya.Senin (28/9/2026) kepada awak media.

 

Menurut Wahidan, pengawasan pemilu tidak semestinya hanya dipahami sebagai tugas lembaga pengawas. Masyarakat juga memiliki peran penting dalam mengawal proses demokrasi melalui partisipasi dan pemahaman yang memadai.

 

Melalui Pojok Pengawasan, masyarakat nantinya dapat mengakses berbagai bahan bacaan mengenai kepemiluan, demokrasi, serta pengawasan pemilu. Bawaslu juga berencana menitipkan buku-buku produk kelembagaan sebagai tambahan referensi bagi pengunjung perpustakaan.

 

“Semoga Pojok Pengawasan ini nantinya menjadi ruang yang hidup. Kami akan menitipkan buku-buku bacaan tentang pemilu dan demokrasi produk Bawaslu. Dengan harapan bisa menambah khazanah literatur bagi rakyat untuk memahami hakikat pemilu dan demokrasi,” jelas tokoh muda alumni PMII tersebut.

 

Sebagai tindak lanjut, Bawaslu Kota Banjar dalam waktu dekat akan melakukan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan pihak Perpusda. Kesepakatan tersebut akan membahas konsep, materi, serta mekanisme pengelolaan Pojok Pengawasan.

 

Wahidan berharap, masa di luar tahapan pemilu dapat dimanfaatkan untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat tentang pentingnya partisipasi dalam kehidupan demokrasi.

 

“Semoga di masa nontahapan ini bisa kita maksimalkan untuk menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya partisipasi dalam kehidupan berdemokrasi,” pungkasnya.

 

Dengan rencana tersebut, Bawaslu Kota Banjar berupaya menjadikan literasi sebagai salah satu pintu masuk untuk memperkuat pengawasan partisipatif, sehingga kesadaran menjaga kualitas demokrasi dapat tumbuh secara berkelanjutan di tengah masyarakat.

 

(Joe)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *