BANJAR ,media3.id – Budaya baru dalam mendukung Persib Bandung mulai terlihat di Kota Banjar. Ribuan bobotoh yang mengikuti kegiatan nonton bareng (nobar) yang berlokasi di Lapangan Trilogi Alfamat di jalan tentara Pelajar, Kamis (6/8/2026) partai fiinal yang mempertemukan antara PERSIB vs PERSEBAYA berjalan sukses. Para suporter (Bobotoh) Persib menunjukkan sikap tertib, santun, serta mematuhi aturan lalu lintas tanpa melakukan konvoi usai pertandingan.
Pentolan Bobotoh Aswaja, Adjat Sudrajat atau yang akrab disapa Ajat Duff, menilai perubahan tersebut menjadi bukti bahwa bobotoh semakin dewasa dalam memberikan dukungan kepada tim kebanggaannya.
“Baru kali ini saya melihat antusiasme bobotoh di Kota Banjar luar biasa, tetapi tetap tertib, sopan, santun, dan taat berlalu lintas. Ini justru bisa menjadi contoh bagi kota-kota lain di Jawa Barat,” ujar Ajat kepada awak media.
Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan nobar yang aman dan kondusif tidak terlepas dari sinergi antara Polres Banjar, panitia penyelenggara, Kadin Kota Banjar, serta seluruh komunitas suporter yang berkomitmen menjaga ketertiban.
Ajat menyampaikan apresiasi kepada Polres Banjar yang dinilai mampu menciptakan rasa aman selama kegiatan berlangsung. Ia juga mengapresiasi dukungan Kadin Kota Banjar yang dinilainya turut membuka peluang menjadikan kegiatan nobar sebagai ruang berkumpul yang positif bagi masyarakat sekaligus mendorong aktivitas ekonomi lokal.
“Saya sangat respect dan berterima kasih kepada Polres Banjar. Terima kasih juga kepada Kadin yang peduli terhadap kegiatan nobar ini. Saya melihat ini bisa menjadi potensi positif bagi Kota Banjar,” katanya.
Lebih lanjut, Ajat mengungkapkan bahwa sebelum pertandingan berlangsung, seluruh elemen bobotoh, mulai dari Viking, Bomber hingga sejumlah aliansi suporter lainnya, telah berkomitmen untuk tidak menggelar konvoi, baik ketika Persib meraih kemenangan maupun mengalami kekalahan.
“Kami sudah sepakat, menang ataupun kalah tidak ada konvoi. Kami juga mengikuti arahan dari Kapolda. Alhamdulillah, bobotoh sekarang mulai dewasa. Menang tidak jumawa, kalah juga tidak kecewa. Yang terpenting adalah menjaga sportivitas dan ketertiban,” tegasnya.
Ia berharap komitmen tersebut dapat terus dipertahankan sehingga citra bobotoh sebagai suporter yang tertib semakin melekat. Menurut Ajat, dukungan terhadap klub sepak bola tidak hanya diukur dari besarnya antusiasme, tetapi juga dari kemampuan menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan masyarakat selama berlangsungnya kegiatan.
(Joe)






