KARAWANG, Media3.id– — Asal-usul limbah yang diduga minyak mentah (oil spill) di pesisir Pantai Karawang hingga kini masih menjadi misteri. Meski pencemaran lingkungan ini telah berlangsung sejak 16 Agustus lalu, belum ada satu pun pihak yang menyatakan bertanggung jawab atas kepemilikan material pencemar tersebut.
Di tengah ketidakjelasan tersebut, PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) mengambil langkah taktis. Perusahaan migas ini berjibaku bersama warga pesisir untuk membersihkan sisa tumpahan hitam yang terbawa hempasan ombak. Petugas dan masyarakat bahu-membahu memasukkan limbah pekat tersebut ke dalam karung berlapis plastik demi mencegah dampak kerusakan lingkungan yang lebih luas.
Ketua Forum Masyarakat Pesisir Kabupaten Karawang, Abdul Syafi’i, menegaskan bahwa aksi yang dilakukan oleh PHE ONWJ murni merupakan bentuk dukungan kemanusiaan dan lingkungan terhadap wilayah yang terdampak.
“Kalau yang dilakukan PHE ONWJ saat ini sebagai support untuk melakukan pembersihan di lingkungan,” kata Abdul saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp.
Kendati penanggulangan di lapangan terus berjalan, kepastian mengenai dalang di balik pencemaran ini masih gelap. Abdul menjelaskan bahwa penentuan sumber utama tumpahan minyak ini sepenuhnya bergantung pada pembuktian ilmiah secara formal.
“Soal pengakuan dan sumber oil spill tersebut masih menunggu hasil pengujian labfor oleh DLH. Jadi sampai saat ini belum ada kejelasan tentang sumber dan uji materiil oil spill tersebut,” pungkas Abdul.
Insiden tumpahan minyak di Karawang kali ini kembali membangkitkan ingatan kolektif warga pesisir atas tragedi lingkungan hebat yang terjadi pada 12 Juli 2019 silam. Saat itu, laut utara Karawang mengalami pencemaran parah berskala besar akibat dugaan kebocoran sumur migas YYA-1 di Blok Offshore North West Java (ONWJ) yang dikelola langsung oleh PHE.
Kini, meski PHE ONWJ memastikan fasilitas operasional mereka saat ini berada dalam kondisi aman dan normal, kemunculan limbah misterius sejak pertengahan Agustus ini tetap memicu kekhawatiran mendalam bagi warga pesisir. Masyarakat berharap DLHK Karawang dapat segera mengumumkan hasil uji laboratorium agar pelaku pencemaran baru ini bisa segera terungkap dan ditindak tegas.
Reporter: Dmn Hr






