BANJAR, media3.id – Persoalan yang muncul dalam Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) VI KONI Kota Banjar Tahun 2026 berlanjut ke tahap penyampaian aspirasi melalui jalur organisasi.
Sejumlah cabang olahraga (cabor) yang sebelumnya memilih walkout dari forum Musorkot berencana menyusun berita acara yang memuat sikap dan catatan mereka untuk disampaikan kepada KONI Jawa Barat.
Langkah tersebut disebut bukan semata-mata untuk mempersoalkan hasil pemilihan dalam Musorkot, melainkan sebagai bentuk penyampaian sikap sekaligus meminta KONI Jawa Barat memberikan perhatian terhadap proses lanjutan organisasi KONI Kota Banjar.
Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Banjar, Asep Saefurohmat, yang mewakili sejumlah cabor, mengatakan pihaknya tetap menghormati forum Musorkot sebagai bagian dari mekanisme organisasi. Namun, menurutnya, terdapat sejumlah hal yang perlu diklarifikasi kepada KONI Jawa Barat.
“Kami membuat berita acara penolakan dan walkout. Intinya mempertanyakan kepada KONI Provinsi terkait proses yang kemarin,” ujar Asep kepada awak media, Minggu (30/8/2026).
Ia menegaskan, sikap tersebut tidak serta-merta dimaknai sebagai upaya untuk mengubah hasil Musorkot.
“Kalau proses Musorkot dianggap sudah sesuai, mungkin kami akan memposisikan diri di luar kepengurusan KONI yang selanjutnya. Tetapi untuk check and balance, kami berharap KONI Provinsi lebih intens melakukan pengawasan,” katanya.
Menurut Asep, proses organisasi setelah Musorkot masih akan berlanjut, termasuk penyusunan kepengurusan KONI Kota Banjar yang baru. Karena itu, pihaknya berharap berbagai catatan yang disampaikan sejumlah cabor dapat menjadi bahan evaluasi pada tahapan berikutnya.
“Bukan untuk mengubah hasil keputusan Musorkot. Bagaimanapun kami menghargai hasil musyawarah. Tetapi kebijakan ataupun keputusan selanjutnya tetap ada di provinsi,” ujarnya.
Ia juga berharap apabila hasil Musorkot nantinya ditindaklanjuti oleh KONI Jawa Barat, berbagai catatan yang disampaikan sejumlah cabor dapat menjadi pertimbangan dalam proses pembinaan dan tata kelola organisasi olahraga di Kota Banjar.
“Kalaupun nanti memang di-SK-kan oleh KONI Provinsi, kami berharap ada catatan-catatan khusus. Tujuannya untuk perbaikan,” katanya.
Penyampaian berita acara tersebut menjadi langkah lanjutan setelah sejumlah cabor meninggalkan forum Musorkot KONI Kota Banjar pada Sabtu (29/8/2026).
Dengan menempuh jalur organisasi, para cabor berharap persoalan yang muncul selama pelaksanaan Musorkot dapat memperoleh klarifikasi dan penyelesaian sesuai mekanisme serta ketentuan organisasi olahraga yang berlaku.
Sementara itu, keputusan dan tindak lanjut KONI Jawa Barat terhadap hasil Musorkot KONI Kota Banjar 2026 masih menjadi kewenangan organisasi terkait.
(Joe)






