BANJAR, media3.id – Pemerintah Kota Banjar mengukuhkan Pengurus Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kota Banjar dan Pengurus Forum Lembaga Kesejahteraan Sosial (FLKS) Kota Banjar periode 2025–2030 di Ruang Rapat Gunung Sangkur, Setda Kota Banjar, Senin (21/7/2026).
Pengukuhan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah dan pilar-pilar sosial dalam menghadapi persoalan kesejahteraan masyarakat yang dinilai semakin kompleks.
Dalam sambutannya, Wali Kota Banjar menegaskan bahwa tantangan sosial saat ini tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah semata. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang membutuhkan perhatian, pendampingan, dan perlindungan akibat faktor ekonomi, sosial, maupun kondisi lainnya.
“Permasalahan kesejahteraan sosial tidak bisa hanya ditangani pemerintah. Diperlukan kolaborasi dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sesuai Peraturan Menteri Sosial Nomor 10 Tahun 2019, IPSM memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam pendampingan sosial, pemberdayaan masyarakat, serta menjembatani kebutuhan masyarakat yang memerlukan pelayanan kesejahteraan sosial.
Sementara itu, FLKS berfungsi sebagai wadah koordinasi dan penguatan jejaring antarlembaga kesejahteraan sosial agar pelayanan kepada masyarakat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Wali Kota berharap kepengurusan yang baru mampu membangun organisasi yang solid, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Ia juga mendorong penguatan koordinasi dengan pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, hingga para pemangku kepentingan lainnya.
“Semangat gotong royong harus menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sosial. Pemerintah Kota Banjar berkomitmen terus mendukung penyelenggaraan kesejahteraan sosial melalui sinergi bersama seluruh pilar sosial,” katanya.
Ketua FLKS Kota Banjar, Arman, menyebut forum yang dipimpinnya memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam menangani berbagai persoalan sosial, mulai dari kemiskinan, anak terlantar, lanjut usia, penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS), hingga persoalan dalam lingkungan keluarga.
Menurutnya, FLKS bersama IPSM diharapkan mampu menjadi garda terdepan yang bergerak cepat, peduli, serta memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kota Banjar untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera, mandiri, dan berkeadilan sosial.
Sementara itu, Ketua IPSM Kota Banjar, Sri Mulyani, menegaskan komitmennya untuk memastikan program-program kesejahteraan sosial benar-benar tepat sasaran dan dirasakan masyarakat yang membutuhkan.
Ia mengibaratkan sinergi seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika disatukan.
“Melalui kebersamaan, gotong royong, dan koordinasi yang kuat, kita akan mampu menjadi garda terdepan dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial di lingkungan,” ujarnya.
Sri Mulyani memaparkan tiga fokus program IPSM selama masa kepengurusan 2025–2030, yakni penguatan kapasitas sumber daya manusia para pekerja sosial, memperkuat sinergi lintas sektor dengan pemerintah dan dunia usaha, serta meningkatkan peran sebagai penyuluh sosial yang menjadi mata dan telinga pemerintah hingga tingkat desa dan kelurahan.
Ia juga mengajak seluruh pengurus baru untuk mengesampingkan kepentingan pribadi dan mengutamakan pelayanan kepada masyarakat.
“Rapikan barisan, kesampingkan ego, dan curahkan tenaga serta hati untuk melayani masyarakat yang membutuhkan. Pekerja sosial sejati adalah mereka yang ikhlas memberi tanpa mengharapkan pamrih,” tuturnya.
(Joe)






