132 Buruh Pabrik Rokok di Kota Banjar Terima Bantuan DBHCHT, Total Penyaluran Rp562,8 Juta

  • Whatsapp

BANJAR, media3.id – Pemerintah Kota Banjar menyalurkan bantuan sosial yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) kepada 132 buruh pabrik rokok dari tujuh perusahaan pengelola tembakau di Kota Banjar. Senin (21/7/2026), bertempat di Aula Somaha Bagja Dibuana, Setda Kota Banjar. Selain itu, bantuan juga diberikan kepada 674 lanjut usia. Total anggaran yang disalurkan mencapai Rp562.800.000.

 

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kota Banjar, Hani Supartini, mengatakan setiap buruh pabrik rokok menerima bantuan sebesar Rp1.200.000, sedangkan lanjut usia menerima Rp600.000 per orang.

 

“Bantuan ini bersumber dari DBHCHT dan disalurkan kepada penerima yang memenuhi kriteria. Untuk lansia, penyaluran akan dilanjutkan hingga tingkat desa dan kelurahan agar lebih mudah dijangkau,” ujarnya.

 

Hani menjelaskan, penerima bantuan lansia merupakan masyarakat kurang mampu yang masuk kategori desil 1 hingga 5. Sementara penerima dari sektor industri hasil tembakau diprioritaskan bagi buruh pabrik rokok, bukan pemilik perusahaan maupun anggota keluarganya.

 

Ia menambahkan, Kota Banjar tidak mengalokasikan DBHCHT bagi petani tembakau karena berdasarkan hasil koordinasi dengan Dinas Pertanian, daerah tersebut tidak memiliki petani tembakau yang memenuhi syarat sebagai penerima manfaat.

 

Salah seorang penerima bantuan, Ade Sucipto, mengaku bantuan tersebut sangat membantu memenuhi kebutuhan keluarganya, terutama menjelang tahun ajaran baru.

 

“Alhamdulillah sangat bermanfaat. Bisa digunakan untuk membeli buku, seragam, dan kebutuhan sekolah anak,” katanya.

 

Ade berharap ke depan besaran bantuan bagi buruh pabrik rokok dapat ditingkatkan. Menurutnya, di sejumlah daerah lain nominal bantuan DBHCHT bagi buruh pabrik rokok mencapai sekitar Rp2,4 juta per orang, lebih besar dibandingkan yang diterima di Kota Banjar.

 

Selain itu, ia berharap pemerintah terus memperkuat dukungan terhadap industri hasil tembakau, termasuk pemberantasan peredaran rokok ilegal yang dinilai berdampak pada penurunan penjualan perusahaan dan kesejahteraan para buruh.

 

(Joe)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *