Istri Korban Tragedi Tower di Banjar
BANJAR, media3.Id – Duka masih menyelimuti keluarga almarhum Apip Kusmayadi (31), warga Dusun Cijambu RT 04 RW 01, Desa Cibeureum, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, yang meninggal dunia akibat insiden robohnya tower di wilayah Sindanglaya, Kecamatan Banjar, beberapa waktu lalu.
Sang istri, Robiyanti (30), saat di temui di tempat kediaman nya mengaku tidak memiliki firasat khusus sebelum suaminya berangkat bekerja. Seperti biasa, Apip berpamitan pada Sabtu pagi sekitar pukul 05.30 WIB.
“Kalau firasat sih tidak ada. Biasa saja seperti biasa pamit kerja. Cuma badan saya terasa lemas saja,” ujar Robiyanti.
Menurutnya, sekitar pukul 07.00 WIB, suaminya sempat mengirim pesan singkat melalui WhatsApp untuk memberi kabar bahwa dirinya akan mulai naik ke atas tower. Namun, sekitar pukul 08.30 WIB, Robiyanti menerima telepon dari adiknya yang mengabarkan suaminya terjatuh.
“Saya lagi mau berangkat, sedang memompa ban motor. Adik telepon sambil nangis bilang, ‘Teh, Aa jatuh’,” tuturnya.
Robiyanti mengatakan pekerjaan tersebut merupakan hari ketiga sekaligus hari terakhir yang dijadwalkan. Berdasarkan cerita suaminya, proses pembongkaran tower dilakukan secara bertahap dari ketinggian sekitar 80 meter.
Ia juga mengungkapkan, suaminya sempat berencana menghadiri acara makan bersama keluarga usai turun dari tower sekitar pukul 10.00 WIB sebelum kembali bekerja pada sore harinya.
“Katanya jam 10 turun dulu, mau nyusul botram keluarga, nanti sore naik lagi biar tidak kepanasan,” katanya.
Selain kehilangan suami, Robiyanti mengaku hingga kini belum menerima pembayaran upah pekerjaan tersebut. Berdasarkan informasi yang diterimanya dari almarhum, pekerja yang naik ke tower dijanjikan upah borongan sebesar Rp1 juta per orang untuk pekerjaan selama tiga hari.
Robiyanti juga berharap pihak yang memberikan pekerjaan dapat menunjukkan itikad baik dengan menemui keluarga.
“Saya hanya ingin ada itikad baik. Datang ke rumah, menjelaskan bagaimana tanggung jawabnya. Sampai sekarang belum ada yang datang menemui keluarga,” ujarnya.
Ia menegaskan, kehadiran pemberi kerja penting sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada keluarga korban.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak yang disebut keluarga sebagai pemberi pekerjaan belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa tersebut. Kasus robohnya tower yang menewaskan dua pekerja itu masih dalam penanganan aparat kepolisian untuk mengungkap penyebab pasti kejadian serta menelusuri ada tidaknya unsur kelalaian.
(Jo)






