Harga Ayam Anjlok ke Rp23 Ribu/Kg, Pedagang Pasar Banjar Kebanjiran Pembeli

  • Whatsapp

Pedagang pasar Banjar sedang melayani pembelian daging ayam

BANJAR, media3.Id – Harga daging ayam di Pasar Banjar terus mengalami penurunan sejak pertengahan Juni 2026. Kini harga ayam potong berada di kisaran Rp23.000 per kilogram, turun drastis dibanding awal Juni yang sempat menyentuh sekitar Rp32.000 per kilogram.

Read More

 

Penurunan harga tersebut membawa dampak positif bagi aktivitas perdagangan di pasar. Selain meringankan beban masyarakat, harga yang lebih terjangkau turut mendongkrak volume penjualan pedagang.

 

Pedagang ayam di Pasar Banjar, Imam Nur Ridwan, mengatakan harga ayam turun secara bertahap. Dari semula Rp32.000 per kilogram, harga kemudian turun menjadi Rp28.000, Rp26.000, Rp25.000, hingga kini mencapai Rp23.000 per kilogram.

 

“Turunnya bertahap sejak pertengahan Juni. Hari ini baru turun lagi menjadi Rp23 ribu per kilogram, sedangkan kemarin masih Rp24 ribu,” ujarnya.

 

Menurut Imam, meningkatnya daya beli masyarakat membuat penjualan ayam ikut melonjak. Jika sebelumnya penjualan hanya berkisar 3 hingga 4 kuintal per hari, kini mampu mencapai 5 sampai 6 kuintal per hari.

 

“Sudah sekitar seminggu penjualan meningkat. Konsumen lebih banyak membeli karena harga ayam sedang murah,” katanya.

 

Ia menjelaskan, melimpahnya pasokan ayam di pasaran menjadi salah satu penyebab turunnya harga. Berkurangnya permintaan dari sejumlah sektor juga membuat stok ayam meningkat sehingga harga jual ikut terkoreksi.

 

Meski harga jual lebih rendah, Imam mengaku kondisi tersebut justru menguntungkan pedagang karena volume penjualan meningkat.

 

“Kalau harganya murah, pembeli lebih banyak. Harapannya harga tetap stabil seperti sekarang agar masyarakat tidak terbebani dan penjualan kami tetap bagus,” tuturnya.

 

Salah seorang pembeli asal Kelurahan Karyamukti, Naufah, mengaku penurunan harga ayam sangat membantu, terutama karena ia menggunakan daging ayam sebagai bahan baku usaha seblak yang dijalaninya.

 

“Alhamdulillah sekarang lebih murah. Dulu saya beli sekitar Rp33 ribu per kilogram, sekarang sekitar Rp25 ribu. Jadi lebih hemat untuk kebutuhan usaha,” katanya.

 

Senada dengan itu, Dewi, warga Kelurahan Hegarsari, mengatakan turunnya harga ayam memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya ibu rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

 

“Alhamdulillah sekarang harga ayam lebih murah, jadi lebih ringan untuk belanja kebutuhan sehari-hari. Semoga harganya tetap stabil supaya masyarakat tidak kesulitan memenuhi kebutuhan pangan,” ujarnya.

 

Para pedagang berharap harga ayam tetap berada pada level yang stabil. Selain menjaga daya beli masyarakat, kestabilan harga dinilai mampu mempertahankan tingginya aktivitas jual beli di pasar tradisional sehingga memberikan keuntungan bagi pedagang maupun konsumen.

 

(Jo)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *