KARAWANG, Media3.id– Rincian penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMAN 1 Tempuran, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, akhirnya terungkap ke publik.
Berdasarkan data resmi aplikasi lembaga negara yang diakses redaksi, sekolah berakreditasi A ini tercatat selalu bergantung pada dana BOS dari tahun ke tahun dengan nilai anggaran yang berubah drastis setiap tahunnya.
Biaya SPMB di setiap sekolah SMAN berbeda-beda. Namun, fluktuasi anggaran dalam satu sekolah yang sama seperti di SMAN 1 Tempuran ini memicu perhatian karena lonjakannya yang sangat kontras.
Dana tersebut diserap untuk membiayai seluruh rangkaian kegiatan pendaftaran, mulai dari pembentukan panitia awal hingga seluruh proses penerimaan murid baru dinyatakan selesai.
Berikut adalah laporan realisasi penyerapan dana BOS untuk pos anggaran penerimaan murid baru di SMAN 1 Tempuran sejak tahun 2020 hingga tahun 2025:
• Tahun 2020: Menghabiskan anggaran sebesar Rp 1.344.000 yang bersumber dari dana BOS.
• Tahun 2021: Anggaran melonjak tajam hingga menghabiskan Rp 35.494.000 bersumber dari dana BOS.
• Tahun 2022: Mencapai titik tertinggi dengan menghabiskan anggaran Rp 81.750.000 bersumber dari dana BOS.
• Tahun 2023: Anggaran menyusut kembali menjadi Rp 32.625.000 yang bersumber dari dana BOS Tahap 1 dan Tahap 2.
• Tahun 2024: Mengalami penurunan ke angka Rp 22.660.000 bersumber dari dana BOS Tahap 1 dan Tahap 2.
• Tahun 2025: Menurun drastis hingga hanya menghabiskan Rp 2.500.000 bersumber dari dana BOS Tahap 1 dan Tahap 2.
Berbeda dengan data enam tahun terakhir, rincian biaya untuk pelaksanaan SPMB tahun 2026 di SMAN 1 Tempuran hingga saat ini masih belum diketahui nilainya oleh publik.
Saat dikonfirmasi mengenai transparansi anggaran berjalan tersebut, pihak manajemen sekolah melalui Humas SMAN 1 Tempuran secara blak-blakan menyatakan ketidaktahuannya mengenai plotting regulasi dana BOS untuk kepanitiaan tahun ini.
“Soal anggaran SPMB, saya tidak tahu,” cetus Humas SMAN 1 Tempuran, Sena, saat dikonfirmasi oleh awak media pada Rabu (24/06).
Meski tidak tahu terkait besaran anggaran SPMB 2026, Sena mengklaim bahwa secara teknis di lapangan proses penerimaan murid baru di SMAN 1 Tempuran tetap berjalan dengan aman tanpa hambatan internal yang berarti. Kendala yang muncul sejauh ini murni berasal dari sistem eksternal di tingkat provinsi.
Reporter: Dmn Hr






