Mengintip Anggaran Ketahanan Pangan Desa Ciptasari: diduga Tembus Rp 683 Juta dalam Empat Tahun

  • Whatsapp

KARAWANG, Media3.id–Dana Desa yang dikucurkan pemerintah pusat untuk program ketahanan pangan di tingkat desa menapai ratusan juta. Salah satunya di Desa Ciptasari, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang. Jumat (26/06).

Berdasarkan data yang dihimpun dari website salah satu Lembaga negara, akumulasi anggaran program ketahanan pangan dan penguatan ekonomi di desa ini dari tahun anggaran 2022 hingga 2025 diduga mencapai angka yang cukup fantastis, yakni sebesar Rp 683.768.350.

Penyerapan dana yang bersumber dari Dana Desa (DD) tersebut diduga dialokasikan ke berbagai sektor, mulai dari peternakan domba, budidaya ulat maggot, jangkrik, hortikultura, hingga puncaknya pada penambahan modal Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Nilai total yang mendekati angka 700 juta rupiah ini memicu perhatian publik terkait realisasi fisik dan dampak jangka panjangnya terhadap kesejahteraan masyarakat petani dan peternak setempat.

Bila dibedah per tahun anggaran, plot dana yang digelontorkan Pemerintah Desa Ciptasari menunjukkan konsistensi angka di atas seratus juta rupiah per tahun.

Pada tahun 2022, pos anggaran didominasi oleh sektor peternakan komoditas besar. Tercatat, pengadaan bantuan ternak domba dilakukan dalam dua tahap dengan rincian Tahap 1 sebesar Rp 75.000.000 dan Tahap 2 sebesar Rp 90.000.000. Ditambah dengan program bantuan ternak lele senilai Rp 9.522.200, total anggaran ketahanan pangan tahun 2022 mencapai Rp 174.522.200.

Masuk ke tahun anggaran 2023, diversifikasi komoditas peternakan semakin meluas ke sektor pakan alternatif dan serangga. Pemdes Ciptasari mengalokasikan Rp 23.902.500 untuk ternak maggot, Rp 44.413.750 untuk ternak itik/entok, serta Rp 33.904.500 untuk bantuan ternak jangkrik. Tidak hanya hewani, sektor nabati juga mulai disentuh lewat penyediaan bibit tanaman hortikultura senilai Rp 60.000.000. Akumulasi pada tahun ini menyentuh Rp 162.220.750.

Tren penguatan sektor pertanian berlanjut di tahun 2024 dengan total serapan Rp 164.681.000. Sektor hortikultura naik kelas dengan pagu anggaran mencapai Rp 80.000.000. Sementara untuk kebutuhan pokok, penyediaan bantuan bibit padi bagi para petani lokal dianggarkan sebesar Rp 61.163.500, didampingi kembali oleh program ternak lele senilai Rp 23.517.500.

Langkah berbeda diambil pada tahun anggaran 2025 sesuai rahan pemeritah pusat, pengelolaan anggaran secara satu pintu sebesar Rp 182.344.400 dialokasikan penuh untuk Penambahan Modal BUMDes.

Suntikan dana segar ratusan juta tersebut diserahkan secara khusus untuk modal program ketahanan pangan desa yang dikelola langsung oleh BUMDes. Pengalihan pengelolaan ini dilakukan menyusul adanya Petunjuk Teknis (Juknis) dari pemerintah pusat yang mengarahkan agar program ketahanan pangan di tingkat desa dioptimalisasi pembinaannya di bawah payung kelembagaan ekonomi desa agar lebih terstruktur, berkelanjutan, dan bernilai komersial.

Strategi ini sekaligus menjadi catatan rekor alokasi tunggal terbesar dalam kurun waktu empat tahun terakhir di sektor terkait.

Hingga berita ini tayang, pihak redaksi terus berupaya mengonfirmasi terkait alokasi anggaran fantastis tersebut ke Pemerintah Desa Ciptasari dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat selaku fungsi pengawasan, guna mendapatkan klarifikasi resmi mengenai rincian serapan serta pelaksanaan juknis ketahanan pangan di lapangan.

(Tim Redaksi)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *