KARAWANG, Media3.id— Sebuah narasi kemanusiaan yang berakar dari solidaritas digital berujung pada aksi penyelamatan fisik yang dramatis di pesisir Karawang pada Minggu (28/6/2026). Puluhan pemancing yang tergabung dalam grup Facebook “Info Mancing Pantai Pisangan Cemara Jaya, Sungai Buntu, dan Dobolan” mempertaruhkan keselamatan mereka demi membentengi Masjid Nurul Jannah di Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang dari ancaman abrasi yang kian kritis.
Gerakan spontan ini bermula dari unggahan visual yang menampilkan kondisi memprihatinkan dinding masjid akibat hantaman ombak besar. Meski mayoritas relawan tidak saling mengenal di dunia nyata, empati kolektif berhasil menyatukan mereka dalam sebuah misi penyelamatan darurat. Tanpa tendensi popularitas, para pemancing ini murni bergerak atas dasar kepedulian sosial terhadap rumah ibadah.
Aksi gotong royong yang dimulai sejak Minggu pagi berlangsung di bawah bayang-bayang cuaca ekstrem. Berdiri langsung di titik hantaman ombak, para relawan berulang kali kehilangan keseimbangan akibat terjangan arus kuat saat memindahkan material pelindung yang runtuh dihantam deburan ombak.
“Taruhannya keselamatan fisik kami, tapi melihat kondisi dinding masjid yang sudah mulai terkikis, kami buang jauh-jauh rasa takut itu,” ujar salah satu pemancing di lokasi sembari menyeka air laut dari wajahnya.
Ketulusan aksi di lapangan ini memicu gelombang dukungan lain. Menyadari urgensi situasi, para donatur bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik guna mendukung perjuangan para pemancing di garis pantai menyelamatkan Masjid Nurul Jannah dari hantaman deburan ombak
Kegiatan penyelamatan ini terpaksa disudahi menjelang siang hari. Keputusan tersebut diambil lantaran air laut mulai pasang besar dan situasi gelombang ombak di lokasi menjadi kian ekstrem serta tidak bersahabat bagi keselamatan para relawan.
Meski dibatasi waktu dan alam, sebuah benteng batu darurat akhirnya berhasil tersusun rapi mengelilingi struktur vital Masjid Nurul Jannah sebelum air mencapai titik tertinggi. Keberhasilan taktis ini disambut haru oleh pengelola dan anggota komunitas.
Admin grup Facebook terkait, Al Bahr, menyampaikan apresiasi tertingginya atas pengorbanan waktu dan tenaga para anggotanya melalui pernyataan resmi.
“Alhamdulillah acara gotong royong angkat batuan di masjid Pisangan terlaksana. Haturnuhun dulur angler sadayana nu tos hadir berpartisipasi,” tulis Al Bahr dalam unggahan resminya.
Peristiwa ini menjadi manifestasi nyata bahwa media sosial, ketika dikombinasikan dengan kepedulian yang tulus, mampu bertransformasi menjadi instrumen penggerak sosial yang masif dan berdampak langsung dalam mitigasi bencana di wilayah pesisir.
Reporter: Daman Huri






