BLORA (Jateng), media3.id – Pabrik Gula (PG) Gendhis Multi Manis (GMM) Bulog di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menghentikan operasionalnya pada akhir September 2025 akibat kerusakan berulang pada mesin boiler, baik batubara maupun ampas tebu. Kerusakan teknis ini menyebabkan kegagalan mencapai target produksi dan krisis keuangan perusahaan pada Maret 2026, yang juga berdampak pada penundaan gaji karyawan.
“Kebocoran pipa pada kedua unit boiler (batubara dan bagasse) terjadi berulang kali sejak Mei hingga September 2025. Kerusakan ini memaksa pabrik berhenti beroperasi (tutup giling) pada 24-25 September 2025, jauh sebelum seluruh tebu petani tergiling,” ungkap Direktur Operasional PT GMM, Krisna Murtiyanto, Senin (2/4/2026) lalu.
Pabrik gula yang didirikan tahun 2010 di Desa Tinapan, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora tersebut merupakan pabrik gula berbasis tebu yang sedianya untuk mendukung swasembada gula nasional 2027 mendatang. Namun saat ini pabrik hanya beraktivitas memfasilitasi penjualan tebu petani. Karyawannya pun kini dialihkan ke program detasering (diperbantukan selep gabah).
Keputusan PT Gendhis Multi Manis (GMM) menutup musim giling tebu 2025 lebih awal pada Kamis, 25 September 2025, menuai protes keras dari petani tebu Blora.
“GMM itu mau tutup kok tidak rembugan dengan petani. Padahal sejak awal giling ada musyawarah, mestinya tutup pun juga musyawarah. Tiba-tiba GMM memutuskan sepihak, penerimaan tebu terakhir tanggal 24 September pukul 24.00. Ini sangat merugikan kami,” ucap Ketua Asosiasi Petani Tebu Republik Indonesia (APTRI) Blora, Sunoto, Rabu (22/4/2026) sore, usai sowan ke Jokowi di Solo.
Dikatakannya, APTRI Blora kini berupaya mencarikan solusi dengan menyalurkan tebu petani ke pabrik gula lain. Namun, langkah ini tidak mudah dilakukan oleh semua petani.
“Bagi petani yang sudah biasa kirim ke luar Blora mungkin tidak masalah. Tapi bagi yang belum pernah, jelas butuh solusi agar tidak semakin dirugikan,” ucapnya.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris APTRI Blora Anton Sudibyo menambahkan bahwa saat diterima Jokowi pihaknya telah dihubungkan dengan wakil presiden Gibran Rakabuming Raka.
“Selanjutnya hari Senin (27/4/2026) mendatang kami akan diterima oleh Wakil Presiden di istana untuk dicarikan solusi,” ucap Anton.
Diakuinya, terdapat 30 ribu jiwa di Blora yang menggantungkan hidupnya dari pertanian tebu yang panennya satu kali dalam setahun.• (Shaleh Rudianto media3)






