KULONPROGO (DIY), media3.id – Kerusakan gedung sekolah di Kulonprogo menjadi sorotan, menyusul keterbatasan data dan anggaran rehabilitasi sehingga belum mampu menjangkau seluruh satuan pendidikan.
Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kulonprogo mengakui belum melakukan survei menyeluruh terhadap kondisi bangunan sekolah. “Data kerusakan masih bersumber dari laporan satuan pendidikan melalui data pokok pendidikan yang bersifat dinamis”, ungkap Wuriandreza Gigih Muktitama, Rabu (18/2/2026).
Menurut Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Kabid Sarpras) PAUD, Pendidikan Non Formal, SD dan SMP Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kulonprogo ini, data kerusakan hanya diambil dari data pokok pendidikan terkait sarpras yang berasal dari satuan pendidikan. Kondisi tersebut menjadikan kebenaran datanya belum dapat dipastikan, karena dapat berubah sewaktu-waktu dan masih banyak yang belum mengisi data tersebut.
Tahun 2026 ini, terdapat 18 sekolah dari jenjang PAUD hingga SMP mendapat program perbaikan. Saat ini dalam tahapan perencanaan.
“Pada tahap perencanaan, sekolah akan dinilai kerusakan utamanya. Mengingat, setiap sekolah memiliki kasus kerusakan yang berbeda-beda”, terangnya.
Pihaknya memastikan, perbaikan sekolah dapat dimulai bulan Juli nanti. Apabila, masih didapati kerusakan yang belum masuk dalam perbaikan, sekolah dapat mengusulkan perbaikan kembali. Mengingat adanya keterbatasan anggaran.
“Gambarannya, kerusakan sekolah meliputi kerusakan bagian atap, lantai, hingga kekurangan sarpras pendukung. Seperti toilet, hingga ruang kelas”, pungkas Gigih.
Diketahui, terdapat 800 unit bangunan sekolah pada semua jenjang satuan pendidikan di Kabupaten Kulonprogo. Selain lewat anggaran daerah, perbaikan sekolah juga bisa menggunakan anggaran dari pusat melalui mekanisme usulan.
Salah satunya, SD Negeri Kokap di Kalurahan Hargorejo, Kapanewon Kokap. Bangunan sekolahnya terancam longsor karena talud penahan pondasinya sudah ambrol.
Perbaikannya diupayakan masuk dalam program revitalisasi nasional melalui jalur kondisi bencana. • (Shaleh Rudianto media3)






