Presidium Pemekaran Ciamis Selatan Temui dr Herman Sutrisno

  • Whatsapp

Kota Banjar, Media3.id – Forum Persaudaraan Ciamis Selatan melakukan kunjungan silaturahmi sekaligus konsultasi kepada mantan Walikota Banjar dua periode, dr Herman Sutrisno, di kantor Taza Banjar Barokah, Kota Banjar, Sabtu (15/11/2025). Pertemuan tersebut membahas rencana pemekaran lima kecamatan di zona Kawasen untuk memisahkan diri dari Kabupaten Ciamis dan bergabung dengan Kota Banjar.

 

Lima kecamatan yang dimaksud adalah Kecamatan Lakbok, Pamarican, Purwadadi, Banjarsari, dan Banjar Anyar. Sejumlah perwakilan tokoh Kawasen hadir untuk menyampaikan aspirasi sekaligus meminta pandangan dari mantan Walikota Banjar pertama tersebut. Langkah ini dilakukan sebagai tahap awal pengkajian sebelum disosialisasikan kepada masyarakat yang lebih luas.

 

Ketua Presidium Kawasen, H. Suyono, menjelaskan kunjungan ini bertujuan untuk meminta masukan dari tokoh senior yang memahami dinamika pembangunan wilayah.

 

“Kami menjumpai senior kami yakni dr Herman Sutrisno, kaitannya dengan lima kecamatan yang ada di zona Kawasen ingin bergabung dengan Kota Banjar,” ujarnya.

 

Menurut Suyono, keinginan tersebut muncul karena wilayah Kawasen ingin berkembang lebih optimal. Ia menilai upaya pemekaran menjadi daerah otonomi baru sangat sulit diwujudkan mengingat skala wilayah yang terbatas.

 

“Yang kedua menerima saran dari dr Herman Sutrisno jangan jadi otonomi sendiri karena 5 kecamatan terlalu kecil, dan kemungkinan dikabulkan sangat kecil,” katanya.

 

Suyono menyebut bahwa opsi bergabung dengan Kota Banjar dinilai lebih realistis. Selain alasan administratif, ada pula hubungan historis yang mengakar yakni bahwa Kota Banjar atau yang lebih dikenal dengan sebutan Banjar Patroman adalah “ibu kandung” dari zona Kawasen.

 

“Ingin bergabung dengan Banjar karena pada hakikatnya Lakbok dan Purwadadi dulu adalah bagian dari Banjar yang merupakan ibu kandung dari zona Kawasen. Jadi sebelum tahun 1955 dalam sejarahnya Lakbok dan Purwadadi kecamatannya adalah Pataruman,” ungkapnya.

 

Presidium Kawasen berencana melakukan sosialisasi kepada para tokoh dan masyarakat di lima kecamatan terkait rencana ini.

 

“Intinya, kami dari internal lima kecamatan zona Kawasen siap bergabung dengan masyarakat Banjar,” imbuh Suyono.

 

Dari pihak Banjar, salah satu tokoh pemuda, Boni Mastriolani, yang ikut dalam diskusi tersebut, mengaku terbuka dengan aspirasi dari presidium Kawasen. Ia menilai bergabungnya lima kecamatan Kawasen dapat memberikan dampak positif bagi Kota Banjar.

 

“Kalau kami sebagai masyarakat Kota Banjar sangat terbuka, hal ini agar Banjar bisa lebih maju dan tidak jalan di tempat,” ujarnya.

 

Sementara itu, dr Herman Sutrisno menyambut baik kedatangan Presidium Kawasen. Ia mengapresiasi semangat pembangunan yang dibawa para tokoh wilayah tersebut dan memberikan dukungan moral atas rencana yang dinilai potensial untuk memperkuat perkembangan kawasan Banjar dan sekitarnya.

(Mugi)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *