SLEMAN (DIY), media3.id – Insiden keracunan makan bergizi gratis (MBG) kembali terjadi di Sleman. Kali ini di Kapanewon Mlati, Jumat (24/10/2025). Tak ayal, MBG bikin diare sejumlah siswa di tiga sekolah terdampak, yaitu SD Negeri Jombor Lor, SMP Negeri 2 Mlati, dan MAN 3 Sleman.
Penanganan reaksi cepat dan pendataan intensif dilakukan di Puskesmas Mlati 1, Jalan Wijaya Kusuma, Sinduadi. Gejala umum pada 20 siswa MAN 3 Sleman dan 35 siswa SMP Negeri 2 Mlati yang ditangani Puskesmas Mlati 1 berupa diare dan muntah-muntah.
Korwil SPPG Sleman, Hening Sucahya saat ditemui di Puskesmas Mlati 1 menjelaskan kejadian ini masih dalam investigasi pihaknya.
“Untuk menu kemarin (Kamis 23 Oktober; red) ada nasi, opor ayam, sambal, tahu goreng, anggur, dan acar timun. Nggak basi, cuma mungkin ada cemaran, masih kita investigasi,” ungkapnya.
Dugaan keracunan menu hari Kamis sebelumnya muncul karena menu yang hari ini (Jumat 24 Oktober; red) belum sempat dimakan oleh para siswa. Sementara, gejala diare dan muntah-muntah dialami oleh para siswa tersebut pada Kamis jam sembilanan malam.
Di Puskesmas Mlati 1 terdapat pula tiga guru SMP Negeri 2 Mlati yang juga keracunan MBG. Ketiganya turut mengkonsumsi MBG karena ada siswa yang menolak makan MBG pada Kamis kemarin.
“Memang para guru ikut mengkonsumsi MBG karena banyak siswa yang menolak. Khawatir mubazir, para guru dipersilakan untuk memakan MBG tersebut. Kalau pun nanti tetap ada porsi sisa, maka akan dikembalikan pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) lagi”, terang Wakasek Kesiswaan SMP Negeri 2 Mlati, Rita Supriyatmi di lokasi Puskesmas Mlati 1.
Dikatakannya, ada sekitar 50 siswa di sekolahnya yang menolak makan MBG, dari keseluruhan 457 siswa.
“Sama seperti siswa, jam sembilan malam (Kamis, 23 Oktober) ketiga guru tersebut merasakan gejala sakit perut dan diare. Di sekolah ada tiga ambulans tadi,” terangnya.
Rita juga menyebut, MBG untuk hari Jumat ini sudah sempat datang sesuai jadwal. Namun, diputuskan untuk dihentikan dan dikembalikan seluruhnya.
Diketahui, sesuai regulasi manakala terjadi keracunan maka pelayanan MBG dihentikan sebanyak 5 kali jadwal pelayanan pada sekolah yang mengalami insiden.• (Shaleh Rudianto media3)






