JOGJA (DIY), media3.id – Status kepesertaan aktif pada BPJS Ketenagakerjaan (BPJS-TK) bagi seorang atlet di DIY kini merupakan bagian syarat kunci untuk bisa mengikuti event kompetisi, baik di lingkup provinsi DIY sendiri maupun lingkup nasional.
Demikian dikemukakan oleh Bambang Eko Raharjo, praktisi olahraga dan marketing RS Bethesda Jogja, Sabtu (26/7/2025).
“Kini, setiap seorang atlet di DIY dari cabang olahraga apapun wajib telah menjadi peserta aktif jaminan asuransi olahraga BPJS Ketenagakerjaan terlebih dahulu agar bisa maju menjadi peserta event kompetisi olahraga. Baik itu event regional provinsi DIY sendiri maupun event lingkup nasional”, ucap Eko Raharjo.
Menurutnya, jaminan asuransi olahraga oleh BPJS Ketenagakerjaan ini berperan penting dalam menumbuhkan rasa nyaman bagi atlet saat bertanding.
“Bagi atlet maupun keluarganya, tak perlu lagi risau saat mengalami cedera ketika bertanding maupun ketika sedang berlatih di pemusatan latihan [training centre (TC); red], karena biaya penanganannya telah ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan. Sehingga atlet bisa fokus bertanding”, terangnya.
Eko menambahkan, sementara ini baru RS Bethesda Jogja yang telah turut aktif mendukung penanganan masalah kecederaan atlet yang menjadi peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan.
Dengan iuran yang cukup murah, hanya Rp.16.800,-/bulan per peserta, lanjut Eko, keikutsertaan dalam program jaminan asuransi olahraga BPJS Ketenagakerjaan ini penting menjadi kesadaran semua pihak. “Orangtua atlet [atlet anak-anak; red], official, panitia event kompetisi olahraga, KONI, dan pemerintah daerah perlu menyadari sepenuhnya dan membuahkannya sebagai regulasi. Karena merupakan perlindungan dalam meraih prestasi”, tandas Eko.
Transformasi kesadaran ini penting diakselerasi, karena insiden kecederaan yang parah tak perlu lagi menjadi hantu bagi atlet dan keluarganya untuk harus menjual aset pribadi guna biaya penanganan.• (Azdha Noor K media3)






