DEPOK (Jawa Barat), media3.id – Mengusung tema ‘Dengan Semangat TMMD, Mewujudkan Pemerataan dan Ketahanan Nasional Wilayah,’ Pelaksanaan upacara pembukaan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-124 Kodim 0508/Depok, berlangsung di lapangan Bumi Perkemahan Wiladatika (Buperta) Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Selasa (6/5/2025). Dalam kesempatan tersebut, Komandan Kodim (Dandim) 0508/Depok, Letkol Inf Iman Widhiarto menyampaikan bahwa alasan pelaksanaan TMMD di wilayah Harjamukti ini merupakan hasil dari pelaksanaan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang), baik tingkat kelurahan, tingkat kecamatan sampai ke tingkat kota, yang digelar beberapa waktu lalu di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII).
Menurut penuturan Iman, untuk pengajuan wilayah, hampir semua kecamatan memberikan rekomendasi untuk pelaksanaan TMMD ini, namun yang terpilih adalah Harjamukti. “Berawal dari Musrenbang tingkat kelurahan, tingkat kecamatan, hingga ke tingkat kota. Kemarin pengajuannya banyak, masing-masing kecamatan mengajukan satu kelurahan, lalu kemudian dikaji mana yang paling membutuhkan, lalu terpilihlah wilayah Harjamukti,” ungkapnya.
Ia menuturkan bahwa kegiatan TMMD di Kelurahan Harjamukti ini, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Dengan adanya pembangunan, baik infrastruktur maupun fasilitas umum lainnya, ini menunjukan pemerataan lingkungan yang lebih baik.
Selain itu, program unggulan dari Kepala Staf Angkatan Darat juga turut dijalankan, seperti halnya pengelolaan sampah.
“Pasca ditutupnya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) karena open dumping, seiring dengan perintah atasan, jadi masalah pengelolaan sampah ini harus ada solusi. Hal ini berkaitan dengan salah satu dari 8 (delapan) wajib Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang kedelapan itu bunyinya ‘Mempelopori usaha-usaha untuk kesulitan-kesulitan masyarakat disekelilingnya’, nah, ini kan masyarakat sedang kesulitan dengan penanganan sampah, jadi kita TNI harus berusaha untuk berpikir sekuat tenaga, mencurahkan waktu, tenaga dan pikirannya untuk mewujudkan bagaimana pengolahan sampah yang efektif dan efisien”, lanjutnya.
Untuk itu, masih kata Iman, harus ada solusi yang konsepnya zero weist, artinya sampah yang dihasilkan hari ini, maka harus diselesaikan hari ini, pungkasnya.






