Depok (Jawa Barat), media3.id – Hadir mewakili Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, dalam agenda diskusi publik yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Sekretariat Bersama atau Sekber Wartawan Indonesia (SWI) Kota Depok dalam rangka memperingati Hari Kebebasan Pers Sedunia (HKPS) di Aula BJB lantai 2, Jalan Raya Margonda, Kemiri Muka, Kecamatan Beji, Kota Depok, Kamis (22/5/2025), Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Sekdiskominfo) Muhammad Fahmi memberikan tanggapannya.
Bukan hanya hadir, namun ia juga sekaligus membuka agenda diskusi yang mengusung tema ‘Menjaga Kebebasan Pers, Merawat Demokrasi Negeri’, dengan menghadirkan Narasumber, Redaktur Koran Tempo Mustafa Ismail, dan Pengamat Sosial dan Politik Imam Suwandi, dengan dipandu oleh moderator Sihar Ramses, dan dihadiri puluhan wartawan dari organisasi atau komunitas serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah Pemkot Depok.
Ditemui usai kegiatan tersebut, Muhammad Fahmi memberikan apresiasi atas diselenggarakannya peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia yang digagas oleh SWI Depok ini.

“Mewakili pemerintahan, saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Kegiatan ini cukup bagus, dan tentunya hal ini juga menjadi masukan untuk pemerintah Kota Depok. Terkait bagaimana menjaga Kebebasan Pers, tadi arahan dari pak Wali Kota Depok Supian Suri bahwa Pers itu adalah mitra strategis kami. Karena itu, kami sangat menyambut baik kegiatan diskusi ini,” katanya.
Lebih lanjut Ia menyampaikan, peran Pers sebagai pilar keempat demokrasi selain legislatif, eksekutif, dan yudikatif, adalah karena Pers berperan dalam menjaga keseimbangan kekuasaan, mengawasi pemerintah dan memberikan informasi kepada masyarakat.
“Sebagai birokrat, kita tidak perlu harus anti kritik, karena kritik itu bisa menjadi obat untuk perbaikan kedepan. Selama kritik itu membangun, dan tentunya memiliki data dan argumentasi yang jelas. Dan sifatnya bukan untuk menjatuhkan, tetapi mengungkap data dan fakta yang sesungguhnya,” papar Fahmi.
Mengutip pernyataan tokoh Abdul Malik Karim Amarullah (Buya Hamka), Fahmi memaparkan bahwa Pers adalah profesi yang inspirasional. “Makanya kenapa ada satu tulisan, jikalau anda ingin dikenal sepanjang masa, maka jadilah penulis. Artinya, tulisan-tulisan kita ini bermakna, dan sudah menjadi sebuah jejak digital dari tahun ke tahun, sampai kakek nenek ataupun mungkin anak, cucu kita nanti, akan membaca dan akan bilang, ‘tulisan kakek saya tuh!” Tandasnya.
Untuk itu, ia sangat berharap, peran Pers melalui tulisan-tulisannya dapat mencerahkan dan mendidik masyarakat agar tidak gagal faham. Sebuah permasalahan, harus dilakukan pada titik proporsi yang sesungguhnya.
Tak lupa, Ia juga menyampaikan kepada Sekber Wartawan Indonesia Kota Depok sebagai salahsatu organisasi yang menaungi wartawan, semakin dapat mengedukasi masyarakat, dan memberikan informasi yang sejelas-jelasnya, serta memberikan pencerahan bahwa tidak memandang permasalahan pada satu aspek saja, melainkan harus melihat aspek lainnya.






