KARAWANG, media3.id – Beberapa hari lalu PJT 2 Seksi Rengasdengklok bersama Pemda Karawang bermusyawarah guna mencari solusi soal sampah yang mengapung di bantaran irigasi di Karawang khususnya wilayah kerja PJT 2 Seksi Rengasdengklok yang mengairi 45 ribu hektar sawah.
Ada beberapa poin yang disampaikan oleh PJT 2 Seksi Rengasdengklok yaitu soal minimnya alat berat dari Pemda Karawang, padahal alat berat berupa Beko sangat membantu mempercepat pengangkatan sampah dari irigasi
Adapun poin kedua tidak ada armada khusus pengangkut sampah dari irigasi, padahal banyak sampah rumah tangga yang dibuang oleh masyarakat ke irigasi sehingga menyebabkan pintu air kerap dipadati sampah domestik atau sampah rumah tangga.
Sedangkan poin ketiga soal jarak tempuh mobilisasi terlalu jauh bila membuang sampah ke Jalupang, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang. Karena hanya satu-satunya tempat pembuangan sampah di Karawang yaitu TPAS Jalupang.
Ade Suherman yang biasa disapa Golun pegawai PJT Seksi Rengasdengklok berharap apa yang disampaikan pada saat rapat dengan sekda dan jajarannya dapat terealisasi karena saat ini mengangkat sampah masih menggunakan sistem manual yang tentunya membutuhkan alat berat (beko), mobil pengangkut sampah dan adanya lokasi pembuangan sampah dari irigasi yang dekat
“Belum lama ini kita sudah rapat dengan sekda Karawang. Selain alat berat supaya ditunjang outputnya kemana membuang sampah ini. Karena kalau tidak ada pembuangan akan membingungkan, terus kalau outputnya ke Jalupang kita jauh,” kata Golun, Senin (03/03/25).
Reporter: D H






