Benny Bachtiar Bahas Refocusing Anggaran Dalam Musrenbang Kecamatan Cimahi Utara Tahun 2025

  • Whatsapp
Camat Cimahi Utara Rully Sulfanorida saat memberikan sambutan

CIMAHI, Media3.id – Hasil pembahasan dari Focus Group Discussion (FGD) dan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 4 kelurahan Kecamatan Cimahi Utara yang meliputi Kelurahan Pasirkaliki, Kelurahan Cibabat, Kelurahan Citeureup dan Kelurahan Cipageran, dibahas kembali dalam FGD (3/2) dan Musrenbang Partisipatif Tahun 2025 tingkat Kecamatan Cimahi Utara, di aula kantor Kecamatan Cimahi Utara, Jl. Jati Serut No. 12, Cibabat Cimahi Utara, Kamis (6/2/2025).

Acara tersebut dihadiri oleh Pj. Walikota Cimahi Benny Bachtiar, Plt. Asisten I Mardi Santoso, Bina Wilayah (Binwil) Kecamatan Cimahi Utara, Camat Cimahi Utara Rully Sulfanorida.

Read More

Turut hadir pula Ketua DPRD Kota Cimahi Wahyu Widyatmoko, anggota DPRD Kota Cimahi Ayi Khusnayaddi dan Asep Rukmansyah dari Fraksi Golkar, H. Enang Sahri Lukmansyah dari Fraksi NasDem, Fredi Siagian dari Fraksi PDIP, Iwan Setiawan dari Fraksi Demokrat, Rika Lis Indarti, Deni Ramdhani, dan Sopian Syekh Abdul Sani Haeruman dari Fraksi PKS, Dede Latif dari Partai PKB, Kepala OPD Binwil Kelurahan di Kecamatan Cimahi Utara, unsur Forkopimcam, para Lurah se Kecamatan Cimahi Utara, Ketua LPM Kecamatan Cimahi Utara Asep Supriatna, Para Delegasi tiap kelurahan se-Kecamatan Cimahi Utara, Ormas Pemuda, Perwakilan UMKM dan Perempuan serta tokoh masyarakat dan agama yang ada di wilayah Kecamatan Cimahi Utara, dan para tamu undangan lainnya.

Camat Cimahi Utara Rully Sulfanorida mengatakan bahwa kegiatan Musrenbang di tingkat Kecamatan Cimahi Utara ini merupakan suatu tahapan yang diawali dari rembug warga dari 87 RW se Kecamatan Cimahi Utara, kemudian FGD dan Musrenbang di 4 Kelurahan, dan sekarang FGD dan Musrenbang di tingkat Kecamatan.

“Kegiatan ini melibatkan kurang lebih 2500 orang dari berbagai unsur masyarakat, dan Alhamdulillah telah menghasilkan usulan-usulan pembangunan yang secara prioritas akan kita sahkan sebagai produk usulan Musrenbang Kecamatan Cimahi Utara Tahun 2025,” ucap Rully.

Rully berharap segala usulan yang diajukan masyarakat dapat terealisasikan di tahun 2026 nanti.

Merujuk pada kolaborasi pentahelix, kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat dan media juga kolaborasi antar generasi.

“Tentu kita akan lebih mudah, lebih guna tepat dan lebih cepat menuju tujuan pembangunan bila semua unsur dapat bekerjasama dan berembuk bareng-bareng menyelesaikan segala permasalahan yang timbul di masyarakat kita,” terang Rully.

Rully mengajak masyarakat untuk saling bahu membahu, saling bergandengan tangan, saling mendukung dan memberikan bantuan, tidak hanya mengandalkan atau berharap dari pemerintah saja, apalagi APBD Kota Cimahi tidak melimpah bahkan kurang untuk dapat melaksanakan segala usulan masyarakat.

“Namun dengan kolaborasi dan kerjasama seluruh elemen masyarakat, saya yakin tentu kita akan lebih berdaya, lebih mampu dan pasti kita mampu membangun dan mencapai cita-cita menjadikan Kota Cimahi ini lebih baik lagi ke depan,” paparnya.

Dikatakan Rully, tentu masih terdapat hal-hal mendasar yang harus diperhatikan.

“Seperti stunting yang masih tinggi, kemiskinan ekstrem, pengangguran yang masih tinggi juga, pemberdayaan ekonomi masyarakat, sampah, air bersih dan yang lainnya,” bebernya.

Tetapi dengan kolaborasi yang baik, saling mendukung dan saling percaya, juga disertai ridho Alloh SWT.

“Insya Alloh kota ini akan menjadi kota yang ‘Baldatun Thoyyibatun wa Robbun Ghofur’, negeri yang baik yang penuh limpahan rahmat dan ampunan Alloh SWT,” ungkap Rully.

Cimahi ini kota kita, lanjut Rully, Kota Cimahi Kota Campernik, kota kecil namun unik, indah dan menarik.

“Kita layak untuk berharap dan akan mampu membawa kota ini menjadi kota yang lebih baik, terus meningkat menjadi Kota Terbaik di Jawa Barat,” tandasnya.

Musrenbang Kecamatan Cimahi Utara dihadiri oleh Pj. Walikota Cimahi Benny Bachtiar (atas) dan 10 anggota DPRD Kota Cimahi (bawah)

Sementara itu, Pj. Walikota Cimahi Benny Bachtiar sangat mengapresiasi kegiatan Musrenbang Kecamatan Cimahi Utara yang mengusulkan berbagai program unggulan untuk diperjuangkan di tingkat kota.

Namun, dia juga meminta maaf apabila usulan yang diajukan tidak semua terealisasi.

“Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya, karena tidak semua usulan dapat kami terima, tapi kami akan memprioritaskan mana yang betul betul bisa kita penuhi,” ucap Benny.

Semua usulan yang diajukan, sambung Benny, tentunya akan dikawal oleh wakil di DPRD.

“Dan kita juga akan menyesuaikan dengan program-program unggulan yang ada di Kota Cimahi ini,” imbuhnya.

Berdasarkan Rencana Pembangunan Daerah (RPD) Kota Cimahi tahun 2023-2026, pihaknya sampaikan bahwa yang menjadi permasalahan utama untuk diselesaikan di Kota Cimahi pada tahun 2026.

“Yang pertama, tingginya angka kemiskinan, kedua, kurangnya daya saing SDM, belum optimalnya kualitas pembangunan ekonomi, belum optimalnya tata kelola pemerintahan, dan belum terpenuhinya standar pelayanan perkotaan,” papar Benny.

Sedangkan isu strategisnya, lanjut Benny, adalah kemiskinan, kualitas dan daya saing SDM, kualitas pembangunan ekonomi, tata kelola pemerintahan, dan daya dukung serta daya tampung lingkungan hidup.

Sebagai informasi, Benny menyampaikan, sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja Dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025.

“Dengan Keppres 1 tahun 2025 tentang Refocusing atau penyegaran anggaran yang dianggap tidak diperlukan, itu menjadi fokus utama dari pemerintah pusat. Dan tentu itu berimbas kepada Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten/Kota,” ungkapnya.

Tetapi dengan konsep atau Perpres ini, sambung Benny, sebetulnya ini diuntungkan buat kepentingan masyarakat.

“Kita oleh pemerintah pusat ditargetkan untuk kenaikan pertumbuhan ekonomi ini sekitar 8â„… sampai akhir dari masa periode kepemimpinan Presiden kita Pak Prabowo dan Pak Gibran,” bebernya.

Dengan upaya pertumbuhan ekonomi ini, lanjut Benny, tentunya Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan/Kelurahan, RW/RT, sangat berperan penting.

“Dan ujung tombaknya ada di kewilayahan,” tambahnya.

Maka dari itu, pihaknya tidak bisa berbuat banyak di Pemerintah Kota, Provinsi maupun Pemerintah Pusat, tanpa ada dukungan dari masyarakat untuk upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi tersebut.

Disinilah peran penting adanya saling mendukung antara Legislatif, Eksekutif dan tokoh tokoh masyarakat, kata Benny.

“Tentunya komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi, menjadi kata kunci keberhasilan sebuah pembangunan,” tandasnya.

(Sinta)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *