KARAWANG (Jawa Barat),media3.id – Pemerintah Desa Warungbambu, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang sudah beberapa kali membiayai usaha Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) namun sepertinya tidak ada perkembangan yang maksimal sehingga anggaran tersebut patut dipertanyakan.
Dari informasi yang diterima redaksi pemerintah desa warung bambu sudah beberapa kali menambah biaya modal BUMDes yang bersumber dari Dana desa. Diantaranya:
Pada tahun 2018 pemerintah Desa Warungbambu melakukan penyertaan modal BUMDes sebesar RP 24.539.058.
Selanjutnya di tahun 2019 pemerintah Desa Warungbambu kembali menambah modal BUMDes atau penyertaan modal BUMDes sebesar RP 24.539.058
Kemudian di tahun 2020 pemerintah desa Warungbambu kembali menambah modal BUMDes sebesar RP 21.751.400
Di tahun 2021 pemerintah desa Warungbambu kembali menambah modal BUMDes sebesar RP 22.374.880
DI tahun 2022, lagi-lagi pemerintah desa Warungbambu kembali melakukan penyertaan modal BUMDes Rp 5.400.000, dan yang terakhir di tahun 2024 Desa Warungbambu menambah modal BUMDes sebesar Rp 82.985.000
Bila dihitung modal BUMDes Desa Warungbambu dari tahun 2018 sampai 2024 lebih kurang RP 181,588,000 untuk modal usaha BUMDes.
Saat dikonfirmasi soal usaha BUMDes, ke kepala desa Warungbambu Mustakim menjelaskan, sebelumnya sempat usaha budidaya ikan lele di kolam ikan milik lembaga pemasyarakatan Karawang namun hasilnya tidak memuaskan.
Namun kini kata dia, BUMDes Desa Warungbambu akan bekerja sama dengan PT ADW yang ada di wilayahnya. Adapun usahanya yaitu akan menyuplai alat tulis kantor (ATK) “sekarang mau MoU dengan PT ADW Suplai ATK,” kata Mustakim, Senin (25/11/24) kepada wartawan.
Diketahui untuk modal usah menyuplai ATK ke PT ADW, diduga BUMDes Warungbambu menggunakan tambahan modal yang bersumber dari dana desa tahun 2024 sebesar RP 181,588,000. Sedangkan modal BUMDes sebelum mulai dari tahun 2018 sampai 2022 diduga tidak jelas keberadaannya.
Reporter: D H






