DEPOK (Jawa Barat), media3.id – Melalui salahsatu program yang menjadi ikon dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Sekretariat Bersama atau Sekber Wartawan Indonesia (SWI) Kota Depok yaitu Ngobrol Pintar dan Inspiratif (Ngopi) Bareng Kecamatan Bojongsari, Camat Bojongsari Rizal Farhan menyampaikan kesungguhannya dalam mengatasi stunting dan gizi buruk diwilayahnya.
Pernyataan Rizal tersebut berdasarkan tema yang diusung dalam kegiatan Ngopi Bareng Sekber Wartawan Kota Depok yang di gelar di Aula Kecamatan Bojongsari, Jalan Raya Parung – Ciputat, Bojongsari Kota Depok Rabu (9/10/2024), yaitu “Melalui GPS, Bojongsari Percepat Zero New Stunting “.
Dalam kesempatan itu juga, Rizal memberikan apresiasi kepada jajarannya yang telah menjalankan program Gerakan Peduli Stunting (GPS). Rizal menuturkan bahwa dalam upaya penurunan stunting, pihaknya bersama Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Puskesmas, telah bekerjasama dengan seluruh elemen masyarakat, dengan para kader PKK, UMKM dan para stakeholder terkait.
Adapun program GPS ini telah launching pada bulan Juli lalu. Hal ini seiring dengan data Stunting di wilayah Kecamatan Bojongsari yang mencatat sebanyak 429 anak.
“Saya mengucapkan terimakasih kepada para lurah, UMKM Kecamatan Bojongsari, para Kader PKK, termasuk para stakeholder terkait yang telah menjalankan program GPS, meski dilakukan secara swadaya dan diluar APBD,. Tentunya dengan dijalankannya program GPS ini, bisa menurunkan angka Stunting di Kecamatan Bojongsari, ” ucap Rizal.
Selain memuji timnya, Rizal juga mengungkapkan istilah bahwa semua ini bukan karen superman, melainkan super tim karena dilakukan secara kompak bersama-sama. Ia pun menginisiasi bahwa GPS bukan lagi sebagai ‘Gerakan Peduli Stunting’, tetapi ‘Gerakan Peduli Sesama’ dimana seluruh elemen masyarakat, saling peduli dengan masyarakat yang lainnya.
Untuk itu, ia mengajak kepada seluruh masyarakat agar lebih kompak dengan bekerja bersama menyelesaikan setiap permasalahan yang ada, dan fokus . ” Saya Camat Bojongsari bersama para lurah dan jajaran, akan fokus menangani permasalahan yang ada di Kecamatan Bojongsari,” imbuhnya.
Rizal juga mengatakan bahwa dengan adanya Ngopi Bareng ini, adalah suatu kolaborasi yang sehat antara pemerintah kecamatan Bojongsari dengan para awak media. Untuk itu ia berharap melalui kegiatan yang dihadiri oleh Dinas Kesehatan Kota Depok, Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Depok, dan UPTD Puskesmas, PKK Kecamatan dan tamu undangan itu, masyarakat Bojongsari dapat dengan mudah mendapatkan informasi terkait capaian dan program apa yang telah dicapai serta yang akan dilaksanakan oleh pemerintah khususnya Kecamatan Bojongsari, urai nya.
Di tempat yang sama, Yenny Ketua SWI Kota Depok menyambut baik dan mendukung, program GPS ini sesuai kapabilitas dalam mempublikasikannya,
“Alhamdulillah, kami SWI Kota Depok sangat mendukung program GPS untuk menekan kasus stunting yang ada di Kota Depok terkhusus juga Wilayah Kecamatan Bojongsari sendiri,” ucapnya.
Lebih lanjut Yenny juga mengatakan, “semoga dengan adanya kegatan ngopi bareng ini, sebagai bentuk kolaborasi dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat terkait program-program dari pemerintah,” tambahnya.
UMKM Kecamatan Bojongsari Ambil Bagian dalam Pengentasan Angka Stunting
Melalui Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), UMKM Kecamatan Bojongsari pun turut ambil bagian dalam program Gerakan Peduli Stunting di Kecamatan Bojongsari. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua UMKM Kecamatan Bojongsari Andi Nur Aminah atau yang lebih akrab disapa dengan Ina.
Dalam wawancaranya dengan awak media, Ina menuturkan bahwa dalam pelaksanaannya UMKM Kecamatan Bojongsari merupakan kolaborasi dari berbagai pelaku usaha.
“Di UMKM Bojongsari, dengan melibatkan berbagai pelaku usaha seperti IWAPI, UMKM Bersama, IFEMI, PPMA, Jawara, dan Salimah, bersama-sama melakukan donasi untuk membantu menekan angka Stunting di Kecamatan Bojongsari. Hal ini dilakukan sebagai wujud perhatian dari kami para pelaku usaha UMKM, terhadap para balita stunting, yang bukan hanya tugas pemerintah saja, tetapi tugas kita bersama termasuk para pelaku usaha yang tergabung dalam UMKM Kecamatan Bojongsari,” ungkap Ina.
Lebih lanjut ia menuturkan bahwa untuk meyakinkan para pelaku UMKM Kecamatan Bojongsari lainnya, dirinya mengatakan bahwa kita di UMKM bukan hanya jualan, bukan hanya pelatihan, tetapi sebagai pelaku usaha kita juga harus ikut terlibat dalam permasalahan stunting ini. “Karena selain berbagai kegiatan komunitas seperti pelatihan – pelatihan, kita juga ada kegiatan sosial. Artinya disinilah kesempatan kita untuk bisa berbagi kepada sesama,” tuturnya.
(Ardhi)






