BANTUL (DIY), media3.id- Perusahaan teknologi pengolahan sampah yang dikelola Amerika Serikat dan Taiwan, Paneltech US, akan membangun pabrik di kawasan Bawuran, Pleret, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada pertengahan Agustus 2024. Nilai investasi perusahaan itu diperkirakan mencapai 27,4 juta USD atau Rp441,8 miliar.
Lurah Panggungharjo [mitra lokal investasi Paneltech US], Wahyudi Anggoro Hadi, mengatakan kerjasama tersebut adalah realisasi komitmen Bantul mewujudkan penanganan sampah yang mandiri, bertanggung jawab, dan berkelanjutan dengan menggandeng Paneltech US.
Menurut Wahyudi, dengan pembangunan pabrik tersebut nantinya akan mampu menangani masalah sampah. Sebab, pabrik yang akan dibangun tersebut mempunyai kapasitas olah sekitar 200 ton sampah per hari sebagai bahan dasar industrinya. Sehingga, nantinya keberadaan pabrik ini akan mampu mengurangi total timbunan sampah yang ada di Kabupaten Bantul, Kabupaten Sleman dan Kota Jogja.
“Untuk listrik dari 200 ton itu akan menghasilkan 1,4 Mega Watt. Sisanya, hasil olahan berupa pupuk organik sekitar 20 ton per hari,” jelas Wahyudi.
Dikatakannya, sekarang dalam fase established lalu nanti masuk ke fase transisi saat kemudian ITF Bawuran terbangun, dan masuk ke fase established ketika BRG terbangun, sehingga tidak sporadis.
“Ini adalah investasi dari luar negeri dengan total dana pagu anggaran 27,4 juta US. Dana itu dikumpulkan oleh venture capitalis yang ada di Singapura. Kami hanya memastikan kesiapan lahan dan jaminan suplai bahan baku yakni 200 ton per hari,” papar Wahyudi.
Wahyudi mengungkapkan butuh sekitar 300 hingga 400 pekerja yang akan melibatkan warga sekitar yang terdampak dari ditutupnya TPA Piyungan.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan, pihaknya sangat mendukung rencana investasi dari pihak Paneltech, dengan memenuhi persyaratan yang ada.
Halim juga meminta kepada Paneltech untuk memberdayakan warga sekitar sehingga ada manfaat yang nyata untuk pertumbuhan ekonomi di Bantul dan penyerapan tenaga kerja. Begitu pun dengan CSR dari Paneltech harus bisa dimanfaatkan oleh warga Bantul.
“Ini membutuhkan sampah sebagai input industri maka kita sangat senang karena ini akan turut membantu menyelesaikan masalah sampah. Apalagi mereka membutuhkan sekitar 200 ton sampah yang akan di pilah lalu di olah menjadi panel dari sampah,” jelas Halim.•
(Shaleh Rudianto)






