Buka Rakornas PB 2024, Wapres Ma’ruf Amin Sampaikan 5 Arahan Penanggulangan Bencana

  • Whatsapp

 

Wakil Presiden Ma’ruf Amin membuka secara langsung Rakornas PB 2024 di Pullman Grand Central Bandung

Read More

BANDUNG, Media3.id – Wakil Presiden Ma’ruf Amin membuka secara langsung Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana (Rakornas PB) 2024, di Pullman Grand Central Bandung, Jalan Diponegoro No. 27, Citarum, Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung, Rabu (24/04/2024).

 

Wapres Ma’ruf Amin menyoroti kejadian bencana pada Tahun 2023 yang didominasi bencana hidrometeorologi basah serta masih banyaknya daerah yang memiliki indeks risiko bencana tingkat tinggi. Untuk itu, guna mengurangi dampak dan risiko bencana yang semakin kompleks, Wapres memberikan butir-butir arahan kepada para peserta Rakornas PB 2024.

 

Adapun arahan yang pertama, Wapres meminta untuk dikembangkannya industrialisasi penanggulangan kebencanaan dengan penerapan teknologi dan inovasi dengan memanfaatkan perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan.

 

Menurut Wapres, teknologi kecerdasan buatan akan berguna untuk memantau potensi bencana, mengembangkan sistem peringatan dini, meningkatkan kapasitas mitigasi bencana, serta meminimalisasi risiko bencana.

 

Kedua, Wapres mengatakan agar dapat dilakukan pemetaan risiko bencana secara tepat dan valid. Kemudian hasil dari pemetaan tersebut diintegrasikan dalam perencanaan dan implementasi terkait penataan ruang, lingkungan hidup, dan sumber daya alam.

 

“Hal ini menjadi penting untuk mengendalikan risiko bencana yang ada, sekaligus mengurangi timbulnya risiko bencana baru,” kata Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

 

Berikutnya yang ketiga, Wapres menekankan pelayanan kebencanaan dapat diperkuat. Hal tersebut menurut Wapres bisa dilakukan melalui penguatan kelembagaan BPBD baik dalam hal kewenangan, kompetensi sumber daya manusia, logistik, dan peralatan.

 

Kemudian arahan selanjutnya, Wapres meminta agar diterapkannya kebijakan dan upaya pemulihan pasca bencana. Dia pun mengingatkan agar dipastikan adanya pembagian peran antara pusat dan daerah secara proporsional, dalam rangka membangun ketangguhan dan kemandirian masyarakat dan mengurangi risiko bencana di masa yang akan datang.

 

Adapun arahan terakhir, Wapres berpesan untuk dapat menyusun dan merencanakan pembiayaan kegiatan penanggulangan bencana secara integratif dan tidak tumpang tindih.

 

“Saya minta skema pembiayaan penanggulangan bencana dijalankan untuk mengatasi kesenjangan anggaran penanggulangan bencana di daerah. Salah satunya bisa dilakukan melalui pendayagunaan Dana Bersama Penanggulangan Bencana untuk daerah, yang disesuaikan dengan tingkat risikonya,” pungkas Wapres.

 

Sementara itu, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto melaporkan bahwa tantangan bencana ke depan semakin kompleks. Dampak perubahan iklim semakin terasa dan membuat dampak bencana semakin signifikan.

 

“Keselarasan antara strategi dan kebijakan harus didukung inovasi dan teknologi yang memungkinkan respons cepat. Ini akan dapat menjawab tantangan perencanaan untuk mengantisipasi, mencegah dan membangun kesiapsiagaan,” ujar Suharyanto.

 

Di samping itu, dia juga menggarisbawahi, inovasi dan teknologi yang dirancang tadi akan mampu menunjang ekosistem aksi dini di tingkat masyarakat.

Wapres Ma’ruf Amin (tengah kanan) didampingi Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto (kanan), Menko PMK Muhadjir Effendy (tengah kiri) dan Pj. Gubernur Jabar Bey Triadi Machmudin (kiri)_(bawah)

“Fakta di lapangan menunjukkan bahwa fase tanggap darurat akan lebih efektif jika didukung oleh ketersediaan logistik dan peralatan yang cukup, agar transisi darurat dan fase rehabilitasi dan rekonstruksi bisa diakselerasi,” terang Suharyanto.

 

Pada laporan pembukaan, dia juga menyampaikan data bencana. Menurutnya, jumlah kejadian bencana pada 2023 lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, Suharyanto menekankan, dari sisi dampak, ini menunjukkan trend penurunan yang signifikan, khususnya dalam 3 tahun terakhir.

 

“Korban jiwa terdampak, luka dan meninggal Tahun 2023 turun 36 persen dari 9.628 jiwa Tahun 2022 menjadi 6.081 jiwa pada Tahun 2023. Demikian juga dengan angka kerusakan infrastruktur akibat bencana sebesar 97.891 unit di Tahun 2022 turun menjadi 35.933 unit di Tahun 2023, atau turun sebesar 63 persen,” bebernya.

 

Rakornas PB 2024 menjadi sarana koordinasi antara BNPB dan BPBD serta mitra kerja terkait di tingkat pusat dan daerah, tentunya dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana.

 

Melalui kegiatan nasional ini, BNPB berharap Rakornas PB 2024 bertujuan ;

 

1) Mengidentifikasi tantangan dan mengevaluasi pencapaian program penanggulangan bencana,

2) Menginternalisasi dan menyelaraskan rencana program penanggulangan bencana di tingkat nasional-provinsi dan kabupaten/kota,

3) Menyusun rekomendasi kebijakan BNPB dan BPBD di tahun ini, serta

4) Membuka wawasan teknologi dan inovasi dalam kebencaaan secara lebih luas.

 

Kegiatan yang berlangsung pada 23 – 24 April 2024 ini dihadiri peserta dari unsur pentaheliks, diantaranya Perwakilan Kementerian dan lembaga, DPR-RI, duta besar negara sahabat, Kepala Daerah, BPBD Provinsi, unsur pimpinan TNI, Polri, BPBD Kabupaten atau Kota, akademisi, praktisi, perwakilan dunia usaha, media, dan organisasi masyarakat.

 

Acara Rakornas tersebut dibuka secara langsung oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin yang didampingi Kepala BNPB Pusat Letjen TNI Suharyanto, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, Duta Besar seluruh Indonesia, Duta Besar Timor Timur, Timor Leste dan Asean, para Gubernur, Bupati dan Walikota se-Indonesia.

 

(Sinta)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *