Gegara Tumpahan Minyak Solar, DLHK Datangi Pembangunan RSUD Rengasdengklok

  • Whatsapp

 

Saluran pembuangan air terkontaminasi minyak solar yang mengakibatkan bau menyengat dan dikeluhkan warga

KARAWANG, media3.id- Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Karawang mendatangi pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rengasdengklok, Kabupaten Karawang untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat soal bau menyengat minyak solar yang mencemari saluran pembuangan air. Kamis (28/03/24).

 

Dari hasil pantauan DLHK Kabupaten Karawang, ternyata bau menyengat minyak solar di saluran pembuangan air tersebut berasal dari pembangunan RSUD Rengasdengklok karena terdapat tumpahan minyak solar di dekat tangki penampungan solar dan meresap ke dalam tanah.

 

Saat diwawancara Ai Ervina didampingi kepala Bidang Penataan Peraturan Lingkungan, Melie Rahmawati menjelaskan bahwa DLHK Kabupaten Karawang telah mendatangi adanya minyak disaluran air dan bau minyak solar disaksikan oleh kepala desa Amansari, Hanapi, PM Kecemasan Rengasdengklok Herryansah dan RT.

 

“Awalnya ada semacam minyak di saluran air terus bau minyak dan disaksikan oleh kepala Desa Amansari, Pak MP dan Pak RT juga ada. Terus kita melihat ke lokasi dan kita juga hati-hati,” kata Ai di ruangan Kepala Bidang Penataan Peraturan Lingkungan, Kamis (28/03/24).

 

Saat memasuki lokasi dan melihat tangki minyak solar, tim dari DLHK Kabupaten Karawang disambut oleh bagian pelaksanaan pembangunan RSUD Rengasdengklok, Ahmad Yani, Kepala Desa Amansari, MP Kecamatan Rengasdengklok dan RT untuk melihat tangki minyak solar.

 

“Tadi pas ngobrol-ngobrol diwakili sama pelaksana di situ pak Ahmad Yani terus ada kepala desa, pak MP, RT terus ngecek ke lokasi,” ungkapnya.

DLHK Kab. Karawang saat melihat lokasi tumpahan minyak solar di lingkungan pembangunan RSUD Rengasdengklok

“Jadi kronologisnya itu pemindahan solar dari mobil tangki ke tangki penyimpanan, pengisiannya pada malam hari, nah entah penuh atau meleset sehingga tumpah bukan bocor, tumpahnya itu langsung ke tanah (rembes). Tadi saya ngecek dari tangki ke pojok itu tidak ada saluran tapi rembes tembus ke tembok lalu ke saluran air” jelasnya.

 

Adapun tidak lanjut yang dilakukan oleh perusahaan pembangunan RSUD Rengasdengklok yaitu ada tiga poin yang pertama perusahaan harus membuat standar operasional prosedur (SOP) pengisian solar, SOP penganan Tumpahan minyak solar, dan yang terakhir melakukan Clean up membersihkan minyak solar baik di lingkungan sekitar tumpahan minyak solar maupun di saluran air.

 

“Adapun tidak lanjutnya 1. Perusahaan harus membuat S.O.P pengisian solar sehingga saat pengisian solar tidak tumpah lagi. Terus yang ke dua membuat S.O.P tumpahan terus yang ke 3, minta dibersihkan atau di clean up si tanah yang terkontaminasi dan dilaporkan ke kepala desa, ke kecamatan,” kata Ai kepada wartawan.

 

“Clean up bukan hanya di sekitar tumpahan minyak solar saja tapi di cek semua drainase dan disaksikan sama pak RT sama kepala desa. Tadi sudah saya sampaikan seperti itu sehingga kepala desa mengetahui,” pungkasnya

 

(DH)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *