DEPOK (Jawa Barat), media3.id – Pengecekan kesiapan pelaksanaan Pemungutan suara di Rutan Kelas 1 Kota Depok, dilakukan oleh Komisioner Bawaslu provinsi Harminus Koto yang dihadiri oleh Ketua KPU Kota Depok Willi Sumarlin, Camat Cilodong Zaenal Arifin, Danramil, dan Kapolsek Sukmajaya.
Adapun pengecekan kesiapan ini dilakukan untuk melihat sejauh mana Rutan Kelas I Kota Depok dalam menghadapi proses pemungutan suara dalam Pemilu 2024 yabg akan dilaksanakan esok hari tanggal 14 Februari 2024.
“Kita telah melakukan peninjauan diberbagai Kabupaten/Kota dari semenjak memasuki hari tenang, kemudian kami juga melakukan pengawasan dan patroli terhadap adanya money politik, maupun adanya alat peraga kampanye yang tidak boleh terpasang lagi di seluruh tempat yang kemarin di pasang. Kemudian kami juga melakukan pengecekan persiapan tempat pemungutan suara di empat Kabupaten / Kota di Jawa Barat, termasuk di Tempat Pemungutan Suara (TPS) Khusus seperti di Rumah Tahanan Negara Kelas I Kota Depok dan rumah sakit ,” kata Komisioner Bawaslu provinsi Harminus Koto, Selasa (13/2/2024).
Selain TPS khusus, Harminus juga mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan terhadap TPS VIP dimana adanya Wakil Presiden yang akan mencoblos di TPS tersebut. “Nah, kesiapan-kesiapan inilah yang harus kita pastikan intuk menunjang proses pemungutan suara esok”, imbuhnya.
Terkait Rutan Depok sendiri, ia menilai bahwa kesiapan di Rutan Cilodong cukup rapi. “Sudah 15 (lima belas) tahun saya mengawasi persiapan-persiapan tempat pelaksanaan pemilu, baru kali ini saya melihat ini cukup rapi. Ada 6 (enam) TPS yang akan digunakan besok saat pencoblosan, dimana ada sekitar 900 daftar pemilih, tetapi swmuanya cukup rapi. Ini karena apa, karena adanya pergerakan yang dinamis antara warga binaan yang keluar dan warga binaan yang masuk,” akunya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada relawan mahasiswa yang akan bertugas mendampingi petugas lapas menjadi KPPS. Karenanya, ia menilai bahwa persiapan yang dilakukan oleh Rutan Depok luar biasa.
Harminus pun menghimbau agar seluruh warga binaan bisa mengikuti proses pencoblosan esok dan menggunakan hak suaranya, dimana apabila bukan warga Depok maka akan diberikan surat suara Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden saja, dan apabila ada di dapilnya maka diberikan hak suara untuk pemilihan DPD, DPRD daerah serta DPRD Provinsi.
Dalam kesempatan yang sama, terkait proses pendistribusian logistik dan kelengkapan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 dalam rangka pemilihan Presiden dan Wakil Presiden serta anggota legislatif di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Kota Depok, diharapkan berlangsung aman dan lancar.
Dalam pelaksanaannya, hal ini juga dilakukan sosialisasi proses pencoblosan yang akan dilakukan oleh setiap warga binaan yang ada di Rutan Depok.
Terhitung, kurang lebih 900 (sembilan ratus) daftar pemilih yang akan menggunakan hak suaranya pada 14 Februari besok.
“Persiapan Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Lembaga Permasyarakatan Rutan Depok, dimana hal ini telah disampaikan oleh tim monitoring dari badan pengawas Pemilu (Bawaslu) provinsi bahwa kesiapan TPS di lapas sudah cukup baik, tinggal pelaksanaannya saja,” ungkap Kepala Rutan Depok Lamarta Surbakti kepada media.
Ia menuturkan bahwa pada pelaksanaannya nanti, petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) akan dibantu oleh beberapa mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi yang nantinya hak suaranya akan dipindahkan ke Rutan Depok. “Sekitar 30 (tiga puluh) orang mahasiswa akan membantu proses pemungutan suara di Rutan Depok, dimana nantinya dari 30 orang tersebut akan terbagi di 6 (enam) TPS, tiap 1 (satu) TPS ada 5 orang dan dibantu oleh 2 (dua) orang petugas dari lapas,” lanjutnya.
Pendistribusian Surat Suara Rutan Depok Kondusif
Sementara itu, Camat Cilodong Zaenal Arifin mengatakan bahwa hari ini telah mengikuti kegiatan sosialisasi pemilu serta pendistribusian surat suara yang mana kegiatan ini dihadiri oleh komisioner Bawaslu dari provinsi, dihadiri juga Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok, Kapolsek, Danramil serta jajaran terkait . “Alhamdulillah, pada Pemilu tahun ini, semuanya terlihat lebih siap, baik itu statement dari Komisioner bawaslu maupun dari Ketua KPU,” ucapnya.
Dikatakan Zaenal, jumlah pendistribusian surat suara untuk Rutan Depok kurang lebih berjumlah 900 (Sembilan ratus) lebih, dan alhamdulillah tidak ada kendala dalam proses tersebut, dan semuanya dalam keadaan kondusif, katanya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa patroli pembersihan di sejumlah wilayah terkait APK (Alat Peraga Kampanye – Red), pihaknya melibatkan sejumlah personel dimana para personel ini akan menyisir ke gang-gang kecil.
“Untuk hari pertama, kita telah melakukan pembersihan di sejumlah wilayah dengan hasil pembersihan700 (tujuh ratus) APK , sementara berdasarkan data ada kurang lebih 1000 (seribu) titik, jadi masih ada 300 (tiga ratus) titik lagi. “Insyaallah nanti malam semuanya bersih dari APK,” terangnya. (Ardhie)






