Kota Banjar, Media3.id – Beredar Screenshot WhatssApp seorang kepala Sekolah diduga diteruskan dengan arahan agar mengamankan buku LKS dan buku yang lain untuk di pindahkan ke warung, tetangga atau penjaga sekolah.
Dengan adanya WhatsApp screenshot tersebut diduga ada kongkalikong antara kepala sekolah untuk menjual belikan buku tersebut. Padahal buku tersebut sudah dianggarkan dari dana BOS.
Saat dihubungi melalui seluler Pahrul Hoerundin Anggota komisi 3 DPRD kota Banjar tidak membenarkan jika ada oknum pejabat atau kepala sekolah yang menjual belikan buku Tersebut.
“Tidak boleh menjual buku LKS atau buku yang lainnya, itukan sudah dianggarkan dari dana BOS.” Kata Pahrul yang juga Caleg incumben DPRD Kota Banjar dari PDIP.
Terkait beredar WhatsApp screenshot tersebut Pahrul Hoerundin menduga ada kongkalikong, antara kepala sekolah. dalam Sc tersebut bertuliskan “Mohon dengan sangat sementara Utk urusan buku yg sdh ada di sekolah usahakan amankan utk tdk dijual langsung di sekolah, bisa di tetangga sekolah, rumah penjaga, honorer, warung dll, trims”.
“Jika bener SC tersebut dari pejabat Disdik, atau K3S bisa jadi diduga ada pengkondisian atau kongkalikong. Itu jelas pungli.” Tegasnya.
Sementara itu kepala Dinas Pendidikan H. Kaswad saat ditemui di Kantornya. Tidak tau-menahu terkait adanya jual beli buku di sekolah. Bahkan dirinya dan kepala bidang Sekolah Dasar H. Surdam, akan memanggil para kepala sekolah dan K3S.
“Terkait jual beli buku tersebut itu kami tidak tau, bahkan kami akan memanggil para kepala sekolah dan K3S. Ini tidak dibenarkan.” Tegas Kaswad.
(Degum)






