Pekerjaan Drainase Dinas PUPR Kota Tangerang Diberbagai Titik Lokasi Amburadul 

  • Whatsapp

Pekerjaan Drainase tanpa alas kerja (kombat) berupa pasir kasar

Kota Tangerang (Banten), Media3.id. – Pelaksanaan Kegiatan Pekerjaan proyek Drainase Dinas Penataan Ruang Dan Pekerjaan Umum (PUPR) kota Tangerang dari pantauan awak media dilapangan terkesan asal jadi dan amburadul.

Read More

 

Kegiatan pembangunan drainase bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kota Tangerang, yang saat ini sedang berjalan dan dibeberapa titik lokasi diwilayah Kota Tangerang seperti dikecamatan Cileduk, Cipondoh, karang tengah terlihat asal jadi tidak memperhatikan mutu dari kegiatan pembangunan .

Menurut Direktur Eksekutif LIBRA Bonar TSH menyikapi kondisi kegiatan pembangunan drainase oleh Dinas PUPR kota Tangerang mengatakan, ” Banyaknya kegiatan dibidang SDA yang pengerjaannya dilakukan amburadul, hal ini terdapat dibeberapa wilayah antara lain kegiatan pembangunan Tandon embung Perumahan Griya kencana II kecamatan ciledug senilai Rp. 2.061.823.000, kegiatan Pembangunan Saluran Drainase/gorong gorong lokasi griya kencana 2 sudimara kecamatan ciledug senilai Rp 778 juta juga asal jadi, baru sebulan kerjaan selesai pekerjaan pinggir saluran drainase rusak.

 

Amburadulnya pekerjaan tersebut dikarenakan kurang dan tidak ada pengawasan dari pihak dinas khusus dari pihak SDA, dan pembiaran tersebut diduga disengaja,” ungkap bonar.

 

“mungkin karena uang yang dipergunakan bukan dari uang nenek moyangnya, tambahnya sengit

Tambah Bonar, namun dalam hal ini jika sudah dilakukan adanya perbaikan padahal proyek baru selesai satu bulan saja .hal ini juga perlu dipertanyakan, mengapa bisa terjadi ?

 

Bonar menegaskan seharusnya jika Bidang SDA melakukan pengawasan terhadap pihak rekanan yang mengerjakan dan memberi tegur keras dengan menghentikan proyek-proyek yang tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan tidak sesuai Rencana Anggara Pelaksana (RAP) tentunya ini merupakan tindakan menghamburkan uang Negara yang notabene uang rakyat.

Bonar menegaskan jika tidak mampu mengemban tugas dan amanat lebih baik, sebaiknya mengajukan pengunduran diri atau pensiun dini saja, karena negara tidak butuh ASN yang tidak disiplin korup dan melakukan Korupsi Kolusi dan nepotisme,” tegasnya.

 

(dia)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *