KARAWANG, Media3.id – Puskesmas sudah semestinya terbebas dari asap rokok, Namun yang terjadi di lingkungan Puskesmas Jayakerta, Kecamatan Jayakerta Kabupaten Karawang banyak puntung rokok tepatnya di depan PONED sekaligus di samping Gedung utama Puskesmas Jayakerta. Selasa (24/10/23).
Puntung rokok tersebut diduga berasal dari oknum penikmat rokok yang sedang menikmati rokok di lingkungan Puskesmas Jayakerta karena puntung rokok tersebut berserakan di saluran pembuangan air di samping gedung utama puskesmas Jayakerta.
Belum diketahui apa penyebab banyaknya puntung rokok di samping gedung utama puskesmas Jayakerta dan di depan gedung PONED, karena bagian kesehatan lingkungan Puskesmas (kesling) belum bisa dikonfirmasi dikarenakan sedang ada kegiatan di luar puskesmas.
“Keslingnya sedang ada kegiatan diluar. Kalau Keslingnya Hj Yulinda,” kata salah satu pegawai Puskesmas mengatakan kepada wartawan,” Selasa (24/10/23).
Dikutip dari https://www.tcsc-indonesia.org bahwa asap rokok lebih berbahaya dibandingkan dengan asap kendaraan hal itu disampaikan oleh Direktur lenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kemenkes RI, Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama SpP(K), MARS, DTMH, DTCE mengungkapkan kalau asap rokok lebih berbahaya dibandingkan asap kendaraan. ”Tentu semua memang berbahaya, tapi polutan dari asap kendaraan lebih sedikit kandungan yang berbahayanya, kalau tidak salah tidak sampai 10 seperti karbon monoksida, sulfurdan nitrogen,” ungkap Tjandra.
Sedangkan berbagai studi dan penelitian menjelaskan bahwa di dalam asap rokok mengandung lebih dari 4.000 bahan kimia racun (toksik) dan 43 senyawa penyebab kanker (karsinogenik). Hal ini yang menjelaskan mengapa asap rokok lebih berbahaya dibanding asap kendaraan.
Selain itu bukti-bukti ilmiah juga telah menunjukkan hubungan antara rokok dengan terjadinya berbagai penyakit seperti kanker, penyakit jantung, penyakit sistem saluran pernapasan, penyakit gangguan reproduksi dan juga kehamilan.
”Asap rokok, kalau ditiupkan ke meja agak susah hilangnya karena lengket, jadi apa jadinya jika asap itu masuk ke paru-paru yang makin lama makin banyak jumlahnya,” ungkapnya.
Reporter: Daman Huri






