Milyaran Rupiah Dana Desa, Posyandu Bunga Tanjung Desa Sindangsari Justru Jadi Gudang Rongsokan

  • Whatsapp

KARAWANG, Media3.id–- Slogan “Kesehatan adalah Prioritas” tampaknya hanya menjadi pemanis kata di Desa Sindangsari, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang. Bagaimana tidak, tepat di belakang Kantor Desa Sindangsari, sebuah fasilitas kesehatan mendasar justru dibiarkan membusuk dan berubah fungsi menjadi gudang rongsokan.

 

Read More

Fasilitas tersebut adalah Posyandu Bunga Tanjung. Tempat yang seharusnya menjadi garda terdepan untuk memantau tumbuh kembang balita dan kesehatan ibu hamil ini, kini kondisinya sangat memprihatinkan dan mengundang keprihatinan mendalam.

 

Dari pantauan langsung di lokasi, kondisi fisik bangunan tampak rusak di berbagai sudut. Atap bangunan sudah bocor parah, sementara plafon di dalam ruangan telah jebol dan menganga, siap runtuh kapan saja. Jangankan pelayanan kesehatan yang steril, atmosfer di dalam gedung ini justru terasa kumuh dan mencekam.

 

Ironi terbesar dari ambruknya Posyandu Bunga Tanjung ini adalah fakta bahwa Desa Sindangsari merupakan salah satu desa yang rutin diguyur anggaran hingga milyaran rupiah setiap tahunnya. Aliran dana segar terus mengalir, baik yang bersumber dari Pemerintah Pusat (Dana Desa), Pemerintah Provinsi (Bantuan Provisi), hingga Pemerintah Kabupaten Karawang Dana Bagi Hasil).

Namun, besarnya anggaran tersebut tampaknya “gelap” terhadap kebutuhan dasar masyarakat yang berada persis di halaman belakang kantor desa sendiri.

Saat melangkah ke dalam ruangan posyandu, pemandangan yang tersaji justru bikin mengelus dada. Tidak ada lagi aktivitas penimbangan bayi yang ceria. Di dalam ruangan, terdapat sebuah blangkar atau tempat tidur pasien yang kondisinya kotor, berdebu, dan sama sekali tidak terawat.

Lantai bangunan dipenuhi kotoran, dan alat timbangan bayi yang menjadi instrumen vital posyandu kini rusak serta dibiarkan teronggok tak berguna. Alih-alih diisi dengan peralatan medis yang memadai, ruangan posyandu ini justru disesaki oleh tumpukan barang bekas dan sampah logistik yang sudah lama tidak digunakan.

 

Kondisi terbengkalainya Posyandu Bunga Tanjung ini memicu pertanyaan besar dari publik. Bagaimana mungkin pemangku kebijakan desa yang mengelola anggaran milyaran rupiah gagal total hanya untuk melakukan pemeliharaan rutin pada satu bangunan posyandu?

 

Publik kini mendesak Pemerintah Kabupaten Karawang dan instansi terkait untuk segera turun tangan memeriksa alokasi anggaran di Desa Sindangsari. Fasilitas kesehatan publik tidak boleh dikorbankan, apalagi di tengah gencarnya program pemerintah pusat dalam memerangi angka stunting pada balita.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Desa Sindangsari belum memberikan keterangan resmi terkait terbengkalainya fasilitas publik tersebut.

(Red)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *