Karawang, Media3.id- DPRD Kabupaten Karawang sepertinya tidak main-main menyoroti harga beras yang tak kunjung normal, bahkan kata Nana Nurhusna Hidayat S.H. Anggota DPRD Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Karawang Akan melakukan Hearing dengan Divre Bulog Karawang terkait Harga beras yang tak kunjung normal dan harga beras yang tidak berbanding lurus dengan harga gabah.
Saat ini harga beras di kabupaten Karawang masih melambung karena harga beras medium masih di kisaran Rp13.500 perkilogramnya sedangkan harga beras premium dikisaran Rp 15.000 perkilogram yang tentunya dikeluhkan masyarakat .
Mahalnya harga beras di kabupaten Karawang tentunya tidak sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang telah disesuaikan oleh pemerintah pusat.
Pemerintah pusat menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) jenis beras medium, zona 1 Rp10.900 perkilogram, untuk zona 2 Rp11.500 perkilogram, dan untuk zona 3 Rp11.800 perkilogram. Kemudian untuk beras premium, zona 1 Rp12.900 perkilogram, zona 2 Rp14.400 perkilogram, dan zona 3 Rp14.800 perkilogram.
Selain harga beras masih melambung, Nana Nurhusna Hidayat SH menilai bahwa mahalnya harga beras tidak berbanding lurus dengan harga gabah yang di jual milik petani. Atas dasar tersebut komisi II DPRD Karawang akan berkoordinasi dengan divre Bulog Karawang
“Komisi II mau berkoordinasi dengan divre Bulog Karawang bagaimana caranya supaya apa yang dihasilkan kenaikan harga beras itu berbanding lurus dengan kenaikan harga gabah,” kata Nana kepada wartawan, Senin (09/10/23).
Nana pun mengatakan bahwa komisi II DPRD tidak akan memanggil divre Bulog Karawang namun akan mengadakan Hearing yang tempatnya belum ditentukan, apakah di kantor wakil rakyat atau di kantor divre Bulog Karawang “Nanti kita akan mengadakan Hearing dengan divre Bulog Karawang”, pungkasnya.
Reporter: Daman Huri






