Mahasiswa dan masyarakat unjuk Rasa Dikosambi dadap, Buntut Truk Tanah Lintas Bocah SD

  • Whatsapp

Kabupaten Tangerang (Banten), media3.id. Buntut dari truk tanah lindas anak sekolah Dasar Negeri (SDN) Pangkalan. Solidaritas Mahasiswa Indonesia Demokrasi (Somasi) bermsa lapisan elemen masyarakat menggelar unjuk rasa memprotes kendaraan truk pengangkut tanah yang melanggar Peraturan Bupati (Perbub) no.12 Tahun 2022 bertemoat di Jalan Raya Francis, Desa Jatimulya, kecamatan Kosambi Kabupaten Tangerang pada hari Selasa (26 September 2023).

 

Read More

Holid Syafei koordinator Aksi Somasi mengatakan, Pemicu dari aksi unjuk rasa mahasiswa hari ini dimulai sejak hari Minggu lalu. Pasalnya mahasiswa sudah turun aksi ternyata itu belum membuat masyarakat sadar

 

” Awalnya sejak kejadian hari Minggu lalu ada anak kecil yang meninggal, itu menjadi pemicu membuat masyarakat semakin menggelora, akhirnya gelombqng masyarakat semakin besar juga,” jelas Kholid Syafei.

 

Unjuk rasa ini merupakan gabungan dari Mahasiswa Solidaritas Demokrasi Tangerang Raya bersama elaoisan elemen masyarakat dengan massa sekitar 500 orang.

 

” kami menuntut ditegaknnua Perbub no.12 Tahun 2022. Kami juga meminta agar dicopot Kadishubdan Kasadpol PP kabupaten Tangerang Karen sudah tidak Selaras,” jelasnya.

Kami akan terus kembali melakukan aksi turun kejalan sebagai bentuk protes dengan jumlah gelombang yang lebih besar dan mengajak elemen masyarakat yang ada diteluknaga untuk berjuang bersama mahasiswa menyuarakan penegakan perbub No 12 Tahun 2022.

 

” Kami akan melakukan aksi turun kembali, lokasinya didepan Kecamatan Teluknaga yang lama. Kami tidak melarang adanya pembangunan, namun yang terpenting Perbub No. 12 Tahun 2022 itu ditegakan. Truk tanah harus beroperasi dari pukul 22.00 Wib hingga pukul 05 oo Wib,” ungkapnya.

 

Iriyanto warga masyarakat Kosambi mengungkapkan kendaraan truk tanah itu semestinya dilakukan pada malam hari dari pukul 22.00 Wib hingga pukul 05.00 Wib namun kenyataannya dilapangan truk beroperasi 24 jam.

 

“Kondisi wilayah Kosambi dan Teluknaga merupakan daerah padat, disitu ada pergudangan yang cukup pada mobilitas kendaraan kecil. Sehingga sering terjadi kecelakaan lalu kintas yang diakibatkan oleh mobil truk tanah,” jelasnya.

 

Dalam kurun dua minggu terkahir, sudah e.oat kecelakaan yang diakibatkan oleh truk pengangkut tanah. Hanya satu yang memprihatinkan dan membangun rasa hati nurani masyarakat adalah korban yng didesa Pangkalan .

 

“Tuntutan kami SM dengan mahasiswa, kami tidak anti pembangunan, yang kami tuntut terapkan Perbub yang sudah dikeluarkan. Kami minta dicopot Kadishub dan Kasatpol PP kabupaten Tangerang yang sudah melakukan pembiaran terhadap jam operasional mobil tanah tersebut,” tutupnya.

 

(Dian)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *