Pandeglang_media3.id – Indikasi penyimpangan bbm bersubsidi masih kerap terjadi di lapangan, kasus terbaru saat awak media melakukan penelusuran ke lokasi stasiun pengisian bahan umum (SPBU ) Picung kabupaten Pandeglang, ditemukan konsumen yang kedapatan sedang berbelanja solar dan pertalit subsidi diduga tanpa dilengkapi surat surat dan atau dengan kata lain (surat SKPD nya mati) namun masih bisa mendapatkan solar dan pertalit subsidi dengan jumlah banyak.
Guna mendapatkan informasi lebih lanjut, Di tempat terpisah tim awak media kemudian melakukan wawancara di kediaman salah satu konsumen yang bernisial inisial(E).
Berikut kutipan hasil wawancara dengan salah satu konsumen
“yang peting mah pak ngerti kepada pekerja pom ketika saat kita belanja saat pengecoran atau pengisian ke jerigen kita ngasih ke pekerja pom per tiga puluh liter ngasih uang cornya dua puluh ribu rupiah tapi hanya di pom picung saja pak yang bisa kaya gitu di pom pom lain ketat pak” ujarnya.
Sontak saja pernyataan tersebut menimbulkan reaksi dari aktivis IKRAR, Enji menyebut jika hal itu benar terjadi penyaluran kepada SPBU picung harus dihentikan untuk memberikan efek jera.
“Bukti dari lalainya pengawasan spbu, juga dalam hal ini pertamina harus menyetop distribusi bbm ke SPBU Picung” Pungkasnya
Tak sampai disitu, kemudian tim awak media mencoba meminta tanggapan dari pengawas SPBU Picung namun, alih alih mendapatkan jawaban pengawas tersebut bungkam tanpa sepatah katapun saat dikonfirmasi via pesan singkat WhatsApp
(Anan)






