JOGJA (DIY), media3.id- Kepala Bagian Humas dan Promosi Kebun Binatang Gembiraloka Zoo (GL Zoo) Fahmi Ramadhan mengungkapkan, puncak kunjungan di GL Zoo mencapai 13 ribu wisatawan pada tahun 2022. Tahun ini ia memprediksikan jumlah kunjungan naik sekitar 5-10 persen. Tapi faktanya, justru jumlah kunjungan merosot.
Fahmi menyebut, puncak kunjungan di GL Zoo terjadi pada tanggal 24 dan 25 April 2023.
“Sampai saat ini (periode Lebaran 2023; red) tertinggi hanya 9 ribuan pengunjung,” ungkapnya.
Fahmi cukup menyayangkan merosotnya kunjungan. Sebab, pihaknya telah melakukan rangkaian persiapan menyambut musim libur Lebaran 2023. Mengingat pula, pemerintah pusat telah mencabut PPKM.
“Banyak pilihan wisata di Jogja, sehingga wisatawan tidak hanya fokus di obwis utama,” jelasnya.
Senada, Kepala Seksi (Kasi) Promosi dan Informasi Dinas Pariwisata (Dinpar) Bantul Markus Purnomo Adi mencatat turunnya kunjungan wisata di Bumi Projotamansari.
Sampai H+5 Lebaran, hanya tercatat 104.446 kunjungan. Jauh jika dibandingkan dengan periode tahun 2022 yang mencapai 243.559 kunjungan.
“Saya mendapat informasi dari Gunungkidul dan Kulonprogo sama semua turun,” ungkap Ipung.
Jumlah rata-rata kunjungan di Bantul hanya berkisar 20 ribu wisatawan per hari. Padahal tahun kemarin rata-ratanya mencapai 34 ribu wisatawan.
“Mungkin terpengaruh cuti setelah Lebaran yang pendek,” tandasnya.
Sementara itu di Terminal Bus Jombor situasinya cukup ramai.
Biasanya, pada momen arus arus balik di Terminal Jombor bisa lebih ramai dibanding dengan arus mudiknya.
Hal itu dikarenakan di Terminal Jombor momen mahasiwa dan pekerja balik ke Jogja berlangsung bersamaan. Beda dengan kondisi arus mudik, dimana banyak mahasiwa yang mulai pulang kampung di pekan ketiga ramadan karena libur lebih dulu ketimbang para pekerja.
Hal tersebut dikemukakan oleh Staf Pengelola Terminal Jombor, Nunung Setia Nugraha, Senin (1/5/2023).
Namun, lanjut Nunung, jumlah penumpang dinilai lebih banyak pada arus mudik dan balik Lebaran 2022 silam, meski kala itu syarat perjalanan lebih rumit akibat pandemi Covid-19.
“Sebagian besar agen bus mengeluhkan sepinya pembelian tiket selama arus mudik dan balik Lebaran 2023,” kata Nunung.
Sementara itu, Enggar Dwi Setyo Panjono menyebutkan saat ini hanya bus-bus reguler saja yang dipenuhi penumpang. Sedangkan bus-bus tambahan seperti bus malam yang disiapkan justru sepi penumpang.
“Sementara yang penuh itu cuma bus-bus reguler, dalam arti yang setiap hari berangkat. Untuk bus unit-unit tambahan itu masih banyak yang kosong,” ujar Enggar.
Ketua Paguyuban Agen Perwakilan Bis Malam (Papbima) Terminal Jombor itu menjelaskan setiap harinya ada sekitar 120 bus reguler yang beroperasi di Terminal Jombor. Pada 2022 silam karena banyaknya penumpang, 120 bus reguler masih ditambah sekitar 200 bus tambahan pun ludes dipenuhi penumpang. Sementara tahun ini, hanya ada 10 unit bus tambahan yang dioperasikan, itu pun tidak semua terpakai.
“Yang jelas kalau untuk di Terminal Jombor ini kalau dibandingkan tahun kemarin sangatlah jauh. Masih mending tahun kemarin walaupun tahun kemarin ada pembatasan,” ungkap Enggar.
•(Shaleh Rudianto)






