Bupati Kendal Curhat Ke Ganjar Soal Banyak Jalan Berlobang

  • Whatsapp

Ruas Jalan Sukorejo-Weleri Kabupaten Kendal yang merupakan jalan provinsi yang juga mengalami kerusakan cukup parah, banyak lobang. Salah satu ruas jalan yang dilaporkan oleh Bupati Kendal Dico M Ganinduto kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (Foto: Ria)

 

Read More

SEMARANG (Jawa Tengah), media3.id- Sejumlah kepala daerah di Jateng curhat ke Gubernur Jateng Ganjar Pranowo soal ruas jalan provinsi yang rusak parah dan membahayakan warga. Termasuk Bupati Kendal, Dico M Ganinduto.

 

Curhatan itu disampaikan dalam Rakor Penanganan Kerusakan Infrastruktur Sumberdaya Air dan Jalan di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Rabu (8/3/2023).

 

Tercatat setidaknya ada 2.801 aduan kerusakan jalan yang disampaikan melalui aplikasi LaporGub sepanjang 2023 hingga 5 Maret. Rinciannya 1.358 jalan kabupaten kota, 895 jalan desa/kelurahan, dan 548 jalan

 

“Mereka [warga] mengupload video kondisi ‘Wisata Jeglongan Sewu’ seperti apa. Saya bukan masalah sindirannya, tapi permasalahannya adalah kalau benar-benar terjadi korban jiwa dengan adanya jalan rusak ini, saya tiap hari tidur juga susah,” kata Bupati Dico.

 

Dico mengatakan terdapat tiga ruas jalan di Kabupaten Kendal yang rusak parah dan bahkan kondisinya membahayakan masyarakat. Dua di antaranya ialah ruas jalan provinsi, yakni ruas Jalan Weleri-Sukorejo dan ruas Jalan Boja-Cangkiran. Dua ruas jalan yang penuh lubang itu bahkan kerap disebut warga “Wisata Jeglongan Sewu” sebagai bentuk sindiran.

 

“Maka Pak Gubernur saya izin melaporkan bahwa di Kabupaten Kendal ada tiga ruas yang jalannya sangat rusak sekali. Yaitu, Pantura dari Kaliwungu sampai Weleri ini merupakan jalan nasional. Yang kedua adalah ruas Weleri-Sukorejo merupakan jalan provinsi. Ruas ketiga yaitu Boja-Cangkiran yang merupakan ruas jalan provinsi,” ucap Dico.

 

Ia berharap Pemprov Jateng melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya (DPU BMCK) dapat memperbaiki jalan tersebut.

 

“Kita menggunakan solusi dengan Lapis Pondasi Atas (LPA) ini menjadi solusi sementara karena kalau menunggu hujan berhenti baru membenahi kita gak tahu korban jiwa berapa yang jatuh. Kalau pelek rusak kita sering dapat laporan, kalau motor jatuh banyak sekali laporan ke saya,” terang Dico.

 

Dico mengakui, perbaikan jalan di musim penghujan memang cukup sulit. Namun ia tetap berharap ada solusi terkait permasalahan ini supaya keselamatan masyarakat pengguna jalan dapat terjamin.

 

“Mudah-mudahan ada solusi karena kalau sekadar menjawab aduan masyarakat, tapi masyarakat maunya mendengar solusi. Apa yang harus ditindaklanjuti. Kita harus punya solusi terhadap kepekaan masyarakat karena pengguna jalan ini berbahaya sekali karena berlubang,” tandasnya.

•(Shaleh Rudianto)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *