Warga Dadap Yang Terkena Pembangunan Tanggul Kali Prancis Minta Direlokasi

  • Whatsapp

 

 

Read More

 

Kabupaten Tangerang (Banten) Media3.id – Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun ini akan segera merealisasikan pengerjaan pembangunan tanggul kali Prancis, Kelurahan Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang.

 

Tentunya Hal ini menjadi perhatian bagi warga di dua RW di kelurahan Dadap. Pasalnya dilokasi pekerjaan pembangunan tanggul Kali Prancis ada sekitar 320 bangunan milik warga yang akan segera ditertibkan, terkait pelaksanaan pembangunan tanggul kali Prancis Dadap.

 

Menurut keterangan Ketua Rukun Warga (RW) 03, Kelurahan Dadap Ending mengutarakan, dilokasi wilayah RW 03 ada sekitar 250 bangunan yang berdiri di lahan milik Angkasa Pura (AP) 2. Menurutnya, warga meminta tempat tinggalnya direlokasi, sebelum adanya pengerjaan tanggul kali Prancis.

 

“Warga sudah sejak lama menempati lahan itu, dan sudah ber KTP Dadap. Mereka rata rata berprofesi sebagai nelayan,” jelas ketua RW 03, kelurahan Dadap Ending, Sabtu (28/1/2023).

 

Lebih lanjut Ending menjelaskan, kegiatan pengerjaan tanggul kali Prancis yang akan dilakukan, melewati wilayah 2 RW, diantaranya RW 02 dan RW 03, Kelurahan Dadap, Kecamatan Kosambi.

 

Lanjut Ending untuk

di wilayah RW 02 terdapat sekitar 70 bangunan, Warga di kedua RW tersebut, yang menempati lahan tersebut, mayoritas berprofesi sebagai nelayan dan sudah menempati lahan sejak puluhan tahun lalu.

 

“Kami sudah melakukan pertemuan dengan pihak PUPR, pelaksana proyek dan pihak kecamatan Kosambi. Hasilnya telah ada kesepakat tidak ada kegiatan pengerjaan proyek sebelum adanya kesepakatan relokasi warga,” jelasnya.

 

Ia menyebut, Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR telah menyetujui kesepakatan tersebut. Kemudian, warga pun sepakat, di lokasi pengerjaan boleh dilakukan pengukuran. Namun, setelah dilakukan pengukuran, tidak boleh ada pengerjaan sebelum adanya kesepakatan relokasi dilakukan.

 

Sementara itu, camat Kosambi Dadang Sudrajat mengatakan, pada tahap awal pengerjaan akan segera dilakukan pengukuran dan pemetaan area yang akan di kerjakan, untuk mengetahui mana saja warga yang terkena dampak pembangunan.

 

“Jadi tahap awal, akan ada pengukuran lokasi yang akan terkena pekerjaan. Itu hasil dari pertemuan warga sepakat untuk mempersilahkan diukur,” ungkapnya.

 

Kemudian, lanjut Dadang, setelah mengetahui hasil dari pengukuran, pihaknya akan segera menyampaikan kembali kepada warga melalui sosialisasi.

 

“Kita ukur terlebih dahulu, setelah mengetahui hasil dari ukur baru kita lakukan sosialisasi lagi ke warga,” terangnya.

 

Dadang menambahkan, untuk permintaan warga terkait relokasi, dirinya belum mengetahui sampai sejauh itu, karena menurutnya, saat baru akan di lakukan proses pengukuran.

 

“Untuk relokasi kami belum mengetahuinya, karena baru akan dilakukan prores ukur, belum ada pembahasan sampai kesana,” tutupnya.

(Dia/v)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *