Cilacap, Media3.id – Menurut hasil survei Programme For International Student Assessment (PISA) 2018 yang diterbitkan pada maret 2019 lalu kategori kemampuan membaca, sains, dan matematika, negara Indonesia tergolong rendah karena berada di urutan ke-74 dari 79 negara.
Hal tersebut dibenarkan oleh Penanggung jawab Pojok Baca Desa Panulisan Barat yang dikelola Kaur Umum, Saprudin S.Pd yang mengatakan masyarakat setempat tidak menyukai kegiatan membaca.
“Masyarakat disini memang kurang menyukai kegiatan membaca, kalo dari pemerintah desa sudah membuat pojok baca di Ruang Pelayanan,” ucapnya kepada Redaksi Media3.id pada Kamis, (2/2/2023).
Padahal buku yang ada di Pojok Baca kurang lebih 500 buku terdiri dari berbagai macam kategori buku. Bahkan dia pun sudah berusaha mengajak masyarakat yang sedang menunggu atau membuat keperluan administrasi untuk digunakan membaca di Pojok Baca namun masyarakat selalu enggan.
Menurutnya tingkat membaca di masyarakat rendah dikarenakan kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya membaca dan tidak ada kepenggurusan perpustakaan.
“Kendala utamanya di kesadaran masyarakat dan memang tidak ada penggurusnya, kami di desa tentu memiliki pekerjaan masing-masing. Kan sekarang ini tidak ada yang bekerja ikhlas atau tidak dibayar,” ungkapnya.
Kaur Umum yang sudah beberapa kali mengikuti Diklat perpustakan ini berharap munculnya aktivis penggiat literasi di Desa Panulisan Barat khususnya di Kecamatan Dayeuhluhur untuk mengairahkan minat baca masyarakat.
“Mungkin kalo dikelola oleh yang ahlinya seperti pegiat literasi, pojok baca bisa berubah tingkatannya menjadi perpustakaan desa, insyaallah didukung oleh pak Kades,” harapnya.
Sementara Kepala Desa Panulisan Ewet Sarwat pun berharap budaya membaca di desanya meningkat terutama di kalangan pelajar.
“Saya berharap semoga ke depannya masyarakat dan pelajar di desa ini budaya atau tingkat membacanya meningkat. Jangan sampai pojok baca dianggap pajangan oleh masyarakat,” tuturnya.
( Iman )






