Hotel Belum Dibayar Dan Serangan Balik EO Pesparawi Terhadap Pemerintah DIY

  • Whatsapp

 

KOTA YOGYAKARTA (DIY), media3 id– Tutup tahun 2022 di Yogyakarta diwarnai perseteruan antara Digsi Production dengan empat lembaga. Sebagai event organizer (EO) penyelenggaraan acara Pesparawi XIII pada Juni 2022 silam, Digsi beranggapan telah disudutkan oleh Pemprov DIY, bersama dengan Lembaga Penyelenggara Pesparawi Daerah (LPPD), Lembaga Penyelenggara Pesparawi Nasional (LPPN), dan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama (Ditjen Bimmas Kristen Kemenag).

Read More

 

“Surat somasi kita tujukan kepada empat lembaga. Jadi, LPPD, LPPN, Pemerintah DIY dan Kementerian Agama. Karena, setelah kita pelajari perkaranya dengan alat bukti yang sudah kita pegang, dari empat lembaga tersebut akan ada tiga pihak yang nanti kita posisikan sebagai tergugat, bila memang tidak selesai dalam tahap somasi,” jelas kuasa hukum Digsi, Elektison Somi, Kamis (29/12/2022).

 

Somi mengatakan terkait dengan tanggungan yang belum terbayarkan sebesar Rp 11 miliar untuk 61 hotel tersebut, pihaknya juga sebagai korban yang dirugikan, mengingat Digsi juga belum menerima sepenuhnya anggaran untuk pelaksanaan Pesparawi XIII Juni silam.

 

Ia berharap, ke depannya, dengan upaya hukum ini, pihak hotel yang dirugikan serta rekanan pihak lainnya bersama-sama dengan EO mendorong tanggung jawab, bukannya justru dilepas oleh LPPD, LPPN, mapun Kementerian agama.

Ketua PHRI DIY Deddy Pranowo Eryono

Menanggapi adanya somasi tersebut, pihak Kementerian Agama DIY mengaku belum menerima surat somasi dari pihak event organizer pesta paduan suara gerejawi (pesparawi).

 

“Kami belum terima surat (somasi) itu. Kami tindak lanjuti [setelah menerima surat],” kata Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag DIY, Masmin Afif, Jumat (30/12/2022).

 

Masmin mengungkapkan event organizer [Digsi Production] telah mengetahui anggaran yang tersedia untuk Pesparawi XIII sebesar Rp30 miliar. Dana itu berasal dari Kemenag Rp20 miliar dan Pemerintah DIY Rp10 miliar. Di sisi lain, kebutuhan dana sekitar Rp40 milar hingga Rp50 miliar.

 

“Terkait kekurangan anggaran, Digsi menyanggupi cari sponsor, dan hal itu masuk di dalam substansi kontrak kerjasama yang ditandatangani bersama (PT) Digsi. Bahkan saat audiensi dengan Pak Menag [Menteri Agama], pihak Digsi juga sampaikan laporan persiapan dan sudah tahu kalau anggaran tersedianya hanya itu,” ungkap Masmin.

 

Terpisah, Ketua DPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranowo Eryono mengatakan total utang pembayaran itu sebesar Rp11 miliar. Nilai itu merupakan 70 persen yang belum dibayarkan.

 

“Event organizer [EO] sudah membayar downpayment [DP] 30 persen. Rp11 miliar itu merupakan 70 persen yang belum dibayarkan ke 61 hotel anggota kami, yang merupakan hotel di kelas bintang tiga ke atas,” kata Deddy.

 

Deddy mengatakan bukti hitam di atas putih sebagai dokumen perjanjian antara penyelenggara dengan 61 hotel sebetulnya sudah ada. Pihaknya pun sudah melakukan pertemuan dengan penyelenggara Pesparawi Nasional XIII pada Agustus 2022 dan menyepakati akan membayar kekurangan biaya kepada 61 hotel pada Oktober 2022 lalu. Namun, sampai Desember ini tak ada kejelasan. Bahkan dirinya mendapat informasi justru terjadi saling mengklaim sebagai korban. Menurutnya, 61 hotel tersebut merasa menjadi korban dari kejadian itu.

 

“Ada sejumlah karyawan pada hotel-hotel tersebut yang dipecat akibat persoalan itu,” ucap Deddy, Jumat (30/12/2022).

 

Sekedar untuk diketahui, Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIII Tahun 2022 digelar pada 19-26 Juni 2022. Mengusung tema Harmoni Dalam Keberagaman [Harmony in Diversity], dengan peserta sejumlah 10.000 orang.

 

“Terdapat sedikitnya 12 kategori lomba dalam Pesparawi Nasional XIII, seperti paduan suara dewasa campuran, paduan suara wanita, paduan suara pria, paduan suara remaja putra/putri serta paduan suara anak usia 7-13 tahun. Beberapa venue yang dipersiapkan untuk perlombaan yakni di Grha Sabha Pramana UGM, Taman Budaya Yogyakarta, dan Auditorium Kampus Sanata Dharma,” terang Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama, Pontus Sitorus, saat acara Kick Off Pesparawi Nasional XIII, 21 April 2022 di Kasultanan Ballroom Royal Ambarukmo Hotel, kala itu.

• (Shaleh Rudianto/Suharso)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *