Bandung, Media3.id – Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku pada hewan ternak di Jawa barat terus meningkat hingga ketingkat desa.
Selain penyebaran yang kian meluas, penularannya pun terbilang cukup cepat. Jika ada salah satu hewan yang telah terinfeksi maka yang lainnya pun dalam jangka waktu sangat pendek akan ikut tertular.
Menanggapi kondisi tersebut Pimpinan Daerah Perhimpunan Pergerakan Indonsia (Pimda PPI) Provinsi Jawa Barat meminta pemerintah untuk serius menangani kondisi ini.
Beberapa poin pentingpun di sampaikan untuk meminmalisir penularan virus tersebut, ujar Ketua Pimda PPI Jawa Barat Ahmad Baehaqi Abrori dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 21 Juli 2022.
“Poin pertama, pemerintah harus segera mempertimbangkan untuk menetapkan status wabah nasional agar ada penanganan yang serius,”
Poin kedua yakni BUMN dan BUMD yang bergerak dibidang pangan agar benar-benar hadir memberikan solusi terhadap hewan hasil peternak rakyat sebagai antisipasi kemungkinan pasar rakyat yang tidak mampu menampung.
Di poin ketiga, RPH kota yang jauh dari sentra produsen ruminansia dibuka seluas luasnya untuk pemotongan sapi PMK.
“Poin keempat agar pemerintah membuat kebijakan dengan skala prioritas vaksin disentra pembibitan dan vaksin gratis untuk para peternak,” kata dia.
Kemudian poin lima penting adanya kebijakan relaksasi pinjaman ternak, untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya masalah sosial di tengah-tengah masyarakat.
Poin enam memberi kepastian kepada perbankan atas persoalan force majeure, baik kompensasi kepada bank maupun kepastian pembiayaan selanjutnya.
Poin tujuh yakni angka kemiskinan dan kriminalitas dikhawarirkan meningkat dikarenakan mata pencaharian yg mendadak hilang dan tdk mempunyai alternatif pemasukan. Pemerintah harus sesegera mungkin merecovery usaha ternak masyarakat terdampak.
“Poin delapan pemerintah secepatnya membuat instrumen pemulihan ekonomi nasional sektor peternak ruminansia, dengan memberikan stimulus yg tepat kepada yang terdampak,” ujar Ahmad.
“Poin terakhir, menghentikan impor produk daging, kulit dan hewan dari sumber yang disinyalir sebagai penyebab PMK saat ini,”
(Aby)






