Bupati Kuningan Turun Tangan Pantau Vaksinasi PMK

  • Whatsapp

Kuningan, Media3.id – Maraknya kasus penyebaran penyakit kuku dan mulut pada hewan ternak peliharaan jenis kambing dan sapi, membuat Bupati Kuningan Acep Purnama turun langsung untuk melakukan monitoring vaksinasi vaksinasi (PMK) bagi ternak sapi yang sehat yang dilakukan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Kuningan
Acep Purnama memonitoring langsung pelaksanaan Vaksinasi tersebut di Desa Dukuhbadag Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan.
Langkah yang dilakukan Acep ini sekaligus untuk memberikan pesan kepada warga masyarakat untuk tetap tenang meski tengah di landa PMK, karena stok hewan yang dimiliki masih sehat dan aman dari penyakit.

“ Dengan adanya vaksin ini, akan membuat peternak dan pengusaha lebih tenang, dengan adanya vaksinasi ini kondisinya sudah lebih sehat atau kekebalan tubuhnya sudah lebih bagus karena virus PMK ini sangat cepat sekali penularannya sehingga butuh vaksin dengan kapasitas yang besar,” kata Acep kepada wartawan.
Acep juga berpesan agar kebutuhan akan sapi yang dimiliki Kabupaten Kuningan tidak sampai keluar wilayah, begitupun sebaliknya.
“Saya harap untuk kebutuhan apapun kalo bisa sapi kita jangan keluar wilayah Kuningan maupun sebaliknya sapi dari luar juga diharapkan jangan masuk ke Kuningan, kita gunakan sapi sapi lokal yang sehat di Kabupaten Kuningan karena masih banyak stok sapi sehat dan pasti mencukupi untuk kebutuhan warga kuningan” kata Acep.
Selain itu Menurut Kadis Peternakan Dadi Hariadi melalui Kabid Peternakan Lya Priliawati vaksin PMK untuk Kuningan sudah diambil dari Provinsi dengan jumlah 7.200 dosis dalam 72 botol.

Read More

Rencana penggunaan adalah 5.200 dosis untuk sapi perah dan 2.000 dosis untuk sapi potong,” tuturnya,
Diterangkan, vaksinasi PMK pada sapi potong dilaksanakan di Desa Dukuhbadag Kecamatan Cibingbin. Dipilihnya Dukuhbadag karena di desa ini banyak terdapat sapi Pasundan.
“Sapi pasundan yang merupakan plasma nutfah asli Jawa Barat yang perlu dilestarikan keberadaannya. Sehubungan Kabupaten Kuningan juga sudah ditetapkan sebagai Wilayah Sumber Bibit Sapi Pasundan Jawa Barat bersama Kabupaten Garut,” ujarnya.

Sementara Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta masyarakat untuk tidak khawatir terhadap Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan kurban.

Kang Emil sapaan Ridwan Kamil memastikan penanganan terhadap infeksi virus PMK di Jabar dilakukan dengan maksimal. Salah satunya dengan mempercepat vaksinasi.

“Masyarakat Jabar tetap tenang, penanganan PMK hewan di Jabar tertangani dengan baik menjelang Iduladha bulan depan, jangan khawatir,” kata Kang Emil.

Ia menjelaskan, pelaksanaan vaksinasi PMK pada hewan ternak di Jabar dilakukan tiga tahap yakni suntikan pertama, kedua, dan booster.

“Sama seperti vaksinasi COVID-19 suntikan pertama, kedua dan booster,” ucap Kang Emil.

Bagi hewan ternak yang sudah diperiksa sehat dan cukup umur, kata Kang Emil, akan diberikan sertifikat yang dipasangkan pada leher hewan. Hal itu menandakan bahwa hewan tersebut sehat dan siap untuk dikonsumsi.

“Semua yang sehat akan dikasih sertifikat yang bisa dicek menggunakan handphone. Jadi nanti di setiap kuping sapi sehat bisa di-scan barcode-nya, menandakan itu siap untuk dilakukan kegiatan khususnya untuk sapi potong,” tandasnya.

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *