Peningkatan Tingkat Penyembuhan Ternak Setelah Paparan PMK

  • Whatsapp

Bandung, Media3.id -Tingkat kesembuhan hewan yang terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK), menunjukkan peningkatan. Ketua Satgas Pengendalian PMK IPB yang juga Dekan Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis, Prof. Deni Noviana mengungkapkan, tingkat kesembuhan hewan yang terjangkit PMK sekitar 95 persen dibandingkan dengan yang mati, sehingga masyarakat tidak perlu panik. “Penyakit yang menyerang kekebalan tubuh hewan berkuku belah, seperti sapi, kambing dan domba itu, rata-rata dapat diatasi dengan peningkatan kondisi hewan yang sedang dan belum diserang,” katanya di Bogor belum lama ini. Prof Deni dalam keterangannya mengatakan kekebalan yang terbentuk pada tubuh hewan terkena PMK, dapat menahan terserang kembali penyakit tersebut. Maka dari itu hewan yang sembuh dari PMK perlu dijaga kondisi fisiknya agar memiliki kekebalan tubuh yang baik. Guru besar IPB itu pun menyampaikan saat ini kunci dari pengendalian PMK ada pada vaksinasi. “Dengan vaksinasi, kata dia, diharapkan penyebaran PMK secara meluas dapat diantisipasi,” ujarnya. Sementara Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta masyarakat untuk tidak khawatir terhadap Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan kurban. Kang Emil sapaan Ridwan Kamil memastikan penanganan terhadap infeksi virus PMK di Jabar dilakukan dengan maksimal. Salah satunya dengan mempercepat vaksinasi. “Masyarakat Jabar tetap tenang, penanganan PMK hewan di Jabar tertangani dengan baik menjelang Iduladha bulan depan, jangan khawatir,” kata Kang Emil. Ia menjelaskan, pelaksanaan vaksinasi PMK pada hewan ternak di Jabar dilakukan tiga tahap yakni suntikan pertama, kedua, dan booster. “Sama seperti vaksinasi COVID-19 suntikan pertama, kedua dan booster,” ucap Kang Emil. Bagi hewan ternak yang sudah diperiksa sehat dan cukup umur, kata Kang Emil, akan diberikan sertifikat yang dipasangkan pada leher hewan. Hal itu menandakan bahwa hewan tersebut sehat dan siap untuk dikonsumsi. “Semua yang sehat akan dikasih sertifikat yang bisa dicek menggunakan handphone. Jadi nanti di setiap kuping sapi sehat bisa di-scan barcode-nya, menandakan itu siap untuk dilakukan kegiatan khususnya untuk sapi potong,” tandasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *