DEPOK (Jawa Barat), media3.id – “Terkait pelaksanaan Seminar Nasional dalam rangka memparingati “Hari Anak Sedunia” yang digelar oleh unsur media dalam hal ini DPD Sekber Wartawan Indonesia Kota Depok, Kami sangat mengapresiasi dan memberi dukungan penuh dimana peran media dalam hal ini, sangatlah penting sebagai wadah informasi dan edukasi kepada masyarakat”, ujar Kanit PPA Polrestro Depok Iptu Indro W. P usai memberikan paparan pada seminar nasional memperingati Hari Anak Sedunia yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Sekretariat Bersama (Sekber) Wartawan Indonesia (SWI) Kota Depok, pada hari Kamis (17/11), di Balai Rakyat Kelurahan Depok Jaya Pancoran Mas Kota Depok.
Untuk kasus Anak, beberapa kasus ada yang mengalami peningkatan dan beberapa kasus juga telah mengalami penurunan. Namun demikian hal ini terus kami upayakan agar kasus-kasus tersebut terus menurun”, ucapnya.
Kami terus berkoordinasi dengan dinas terkait diantaranya Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), Dinas Sosial dan lain sebagainya terkait penangananya.
Kami juga membuka pintu untuk berkolaborasi dengan semua pihak termasuk dengan pihak media, guna mencapai Kota Depok meraih predikat Kota Layak Anak (KLA).

“Untuk pencegahan, kami dari Polrestro Depok melakukan sosialisasi kepada sekolah-sekolah dengan bekerjasama pihak terkait. Selain sosialisasi dengan sekolah, kami juga melakukan sosialisasi lingkungan tempat tinggal melalui binmas dimana kami menghimbau kepada orang tua harus lebih mengontrol kepada anaknya, terlebih dengan adanya perkembangan zaman, Anak lebih sibuk dengan media sosialnya dimana orangtua menganggap anaknya ada dirumah padahal dia sedang mencari informasi diluar sana dengan gadget nya. Jadi sebagai orangtua, agar bijaknya mengontrol kepada anaknya, supaya lebih open dan diskusi dengan anak, lebih open kepada apa yang sedang diperbuat, kemudian bertanya saat bermain gadget sedang membrowsing apa, sebetulnya bukan kita lebih mengekang kebebasan si anak, tapi lebih kepada menjaga agar si anak tetap berada koridornya sendiri:, ucap Indro.
Intinya sebagai orangtua, kita harus tetap menjaga anak sesuai dengan koridornya sendiri. Namanya anak, tentunya ia selalu mencari tahu tentang jati dirinya dia dengan rasa penasarannya yang tinggi, tapi ia tidak tahu dampaknya akan seperti apa. Nah tugas kita lah yang lebih tahu untuk harus memberikan pengartian kepada si anak mana yang boleh, dan mana yang tidak boleh, jelas nya.(Ardhie)






