Proyek pengecoran Kp.sawah Desa Babakan Asem
Kabupaten Tangerang (Banten), Media3 id. – Proyek pengecoran jalan dipinggir saluran pembuang Kampung Sawah RT 02 RW 03, Desa Babakan Asem kecamatan Teluknaga ditenggarai proyek siluman. Hasil pantuaun langsung awak media dilapangan tidak adanyq papan proyek kegiatan, hingga tidak diketahui berapa anggaran Pembangunan proyek pengecoran jalan tersebut. Hingga proyek ini selesai pekerjaannya terkesan ditutupi kepada masyarakat Umum, pada Rabu (12/10/2022) lalu.
Menurut aseng yang ditegarai sebagai pelaksana dilapangan dari pihak ketiga kepada awak media mengatakan papan proyek ada hanya saja belum dipasang. Ini merupakan proyek APBD provinsi Banten, Proyek aspirasi Pagu Dewan Provinsi, namun saya tidak tahu dewannya siapa, saya juga tidak tahu berapa anggarannya.,” Ungkapnya.
Tambah aseng , untuk proyek jalan ini panjang 146 meter dan Lebar 4 Meter, namun Kepala Desa Babakan Asem H.Surta Wijaya meminta kepada pihak rekanan agar lebar bahu jalan didalam RAB (Rencana Anggara Belanja) dirubah menjadi Lebar 5 meter, Sehingga panjang jalan berkurang menjadi 116 meter,” ungkap aseng

aseng mengatakan bahwa pemborong proyek ini adalah H.jaya warga Bojong Renged. ” Proyek ini bermasalah, dikerjakan gimana, tidak dikerjakan gimana , seperti buah simalakama,” ungkapnya
Dilain kesempatan ketika awak media menemui Kepala Desa Babakan Asem dikantor namun Kades tidak ada ditempat. ketika berusaha ditemui dikediaman Kepala Desa, mengatakan via handphone Mohon maaf tidak bisa bertemu , sedang sakit,” ungkap Kades.
Sampai berita ini diturunkan hasil pantauan dilokasi kegiatan sudah selesai, namun hingga proyek ini selesai, papan proyek tak kunjung dipasang. Hasil pantauan dilapangan kegiatan dilaksanakan terkesan amburadul.
Menurut ketua Forum Masyarakat Tangerang Utara, Dulamin Zhigo Yang dihubungi via telephone mengatakan, ” Saya berharap proyek apapun yang anggarannya menggunakan anggaran pemerintah, harus jelas semuanya. Papan proyek adalah salah satu bentuk keterbukaan sebuah proyek, kalau tdk ada papan proyeknya menjadikan masyarakat menduga- duha ke hal- hal yang negatif. Maka dari itu dari yang menurunkan anggaran pemerintah Provinsi Banten harus memantau Dan mengawasi proyek yang di kerjakan, apabila tidak di lakukan maka membuka peluang pemborong melakukan pekerjaan tidak sesuai dengan pagu anggaran dan ini merugikan masyarakat,” tutup Zhigo.
(dia)






