Kepala Desa Kemiri Sempat Terpancing Emosi Oleh Warganya berkata “maunya bagaimana, ayo keluar”

  • Whatsapp

Awank Pandu Sadewa Warga Desa Kemiri, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang

KARAWANG, Media3.id- Awank Pandu Sadewa salah satu warga desa Kemiri sempat bersi degang dengak kepala desa kemiri, kecamatan jayakerta, kabupaten karawang di Aula Kantor Kecamatan Jayakerta, Senin (12/09/220).

Read More

Berawal dari Pandu mengadukan kepala desa Kemiri ke Camat Jayakerta soal adanya dugaan temuan yang mesti diluruskan atau diklarifikasi oleh Desa Kemiri, dan saat itu Camat Jayakerta Budiman Achmad mengundang Kepala desa kemiri ke kantor kecamatan agar permasalah dapat diselesaikan secara musyawarah.

Namun saat dipertemukannya oleh Camat, antara Pandu dengan Salwani kepala Desa Kemiri di aula kecamatan Jayakerta, keduanya sempat bersi tegang karena kata Pandu, kepala desa kemiri saat berbicara seperti bernada tinggi sehingga membuat ia terpancing emosi dan berniat meninggalkan ruangan namu dilarang oleh olehnya.

“saja ijin pamit ke pak camat dan lain-lain untuk menghindar pertikaian guna kondusifnya kecamatan jayakerta tetapi bah Salwani menyanggah menyuruh saya untuk duduk kembali dan itu dialakukan lebih satu kali” kata Pandu saat diwawanmcara di rumah kediamannya di Dusun Sukajaya RT 11/03, Senin (12/09/22)

“Akhirnya saya secara manusiawi saya terbawa emosi karena saya manusia biasa lalu saya katakana kepada bah Salwani maunya bagaimana, ayo keluar. Ayo keluar dalam hal ini saya klarifikasi bukan keributan” tuturnya.

Namun ucapan pandu dengan kalimat apa dan mengajak keluar, membuat Salwani terpancing emosi karena menurut kepala desa tidak sepantasnya perkataan tersebut dilontarkan karena permasalahan tersebut sedang dimusyawarahkan di depan Camat jayakerta.

“Saya terpancing emosi saat dia (Pandu) melontarkan kalimat maunya apa dan mengajak keluar” kata Salwani saat dikonfirmasi di ruangan kerjanya kantor Desa Kemiri, selasa (13/09/22).

Salwani berharap kepada masyarakatnya apa bila ada suatu permasalahan yang perlu ia luruskan jangan diposting di media social namun cukup sampaikan terlebih dahulu kepada Badan Musyawarah Desa (BPD), atau bisa menemuinya langsung di kantor desa agar pemasalahan tersebut dapat diluruskan.

“kalau ada suatu temuan atau permasalahan saya berharap bisa disampaikan kepada BPD, pegawai desa dan bisa langsung menemui saya supaya permasalahan tersebut bisa diluruskan“ ucapnya.

Namun perseteruan Pandu dengan kepala Desa Kemiri sepertinya akan berbutut panjang karena Pandu yang merupakan warga kemiri tersebut akan membawa dugaantemuan temuan tersebut keranah hukum “yang pastinya kita akan terus maju ke pihak yang berwajib” pungkasnya.

(DH)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *