Ketua DPW PAN Jabar Desy Ratnasari bersama Ketua DPD PAN Kota Cimahi Drs H D Hidayat
CIMAHI, Media3.id – Pada Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif Tahun 2024 Partai PAN Kota Cimahi menargetkan kursi sebanyak banyaknya dengan fraksi yang utuh.
Hal ini dikemukakan oleh Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Cimahi Drs. H. D. Hidayat, usai rapat di DPRD Kota Cimahi, Jl. Dra. Hj. Djulaeha Karmita No.5, Cimahi, Kec. Cimahi Tengah, Kota Cimahi.
“Untuk DPRD Kota Cimahi, kami menargetkan sebanyak banyaknya tiap dapil 1, tetapi satu fraksi utuh. Karena sudah beberapa kali periode, fraksi kami bergabung terus dengan partai lain,” terang Hidayat.
Lebih lanjut ditegaskan Hidayat, di Tahun 2024 nanti, Partai PAN harus berjuang keras untuk mencapai target dengan fraksi yang utuh, tidak bergabung dengan partai lain.
“Insyaallah, di Tahun 2024 nanti, PAN harus mencapai target fraksi utuh,” jelasnya.
Menurut Hidayat, DPD PAN Kota Cimahi akan berjuang keras untuk fraksi utuh, dengan minimal 4 kursi di tiap daerah pemilihan (dapil), dan maksimal sebanyak banyaknya.
“Kami akan berjuang keras untuk fraksi utuh, minimal 4 kursi tiap dapil. Tiap dapil 1 kursi, kita ada 6 dapil berarti 6 kursi. Nah, kita targetkan minimalnya 4 kursi,” terangnya.
Disamping itu, Hidayat memaparkan, bahwa dirinya tidak akan mencalonkan diri di Provinsi, melainkan akan mencalonkan kembali di Kota Cimahi. Dikarenakan dirinya akan fokus untuk meraih fraksi utuh di Kota Cimahi.
“Saya tidak akan mencalonkan di Provinsi, saya kembali mencalonkan diri di Kota Cimahi, karena saya akan fokuskan dulu, target kami PAN untuk meraih fraksi utuh di Cimahi,” ulasnya.
“Untuk masalah dapil, itu belum bisa ditentukan, dapil 3 yang sudah 4 periode saya tempati, itu diisi oleh anak saya sekarang, Insyaallah,” tambah Hidayat.

Terkait Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) Partai PAN, Hidayat mengatakan, PAN sudah menyiapkan, rata rata sekitar 30 persen sampai 40 persen. Belum penuh karena kurangnya perempuan, dan akan diusahakan sesuai target.
“Bacaleg sudah disiapkan, rata rata baru 30 persen sampai 40 persen, variatif dan belum full, karena kurangnya perempuan, harus terwakili 30 persen perempuan, jadi kami berusaha berjuang untuk mencapai target sesuai aturan KPU,” tutup Hidayat.
(Sinta)






