Stunting Bukan Berasal dari Faktor Ekonomi, Tetapi bisa Saja Terjadi dari Faktor Pola Asuh

  • Whatsapp

KARAWANG, Media3.id – Pemerintah daerah terus berupaya menekan angka stunting dengan cara memberikan penyuluhan kepada masyarakat dan pemberian makanan tambahan kepada bayi lima tahun ke bawah (Balita).

Read More

Saat diwawancara Kepala Bidang Pembangunan dan Peningkatan Keluarga Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Yuda Wisnu menjelaskan bahwa pencegahan stunting merupakan program nasional

“Sesuai dengan program pemerintah pusat, bahwa stunting ini merupakan program Nasional yang harus didukung oleh daerah baik APBD 1 dan APBD 2 bahkan sampai ke tingkat desa, malah basisnya di tingkat desa” kata Yuda, Jumat (08/07/22).

Dalam program ini ada pemberian makanan tambahan setiap hari kepada Balita sebagai upaya memulihkan balita yang mengalami kurang gizi atau gizi buruk selama 3 bulan yang dipantau selama 10 hari sekali untuk di cek kesehatannya

“Ada pemberian makanan tambahan untuk balita ini merupakan salah satu upaya untuk menurunkan anak gizi buruk atau anak yang Stunting agar pulih kondisi badannya yang dipantau selama 3 bulan diberikan makanan tambahan selama 3 bulan dan dipantau selama 10 hari sekali” ungkapnya.

Selain pemberian asupan gizi atau makanan tambahan, juga para orang tua diberi cara mengasuh balita yang baik dan benar karena stunting bukan karena faktor ekonomi saja melainkan ada juga faktur pola asuh balita

“Selain asupan gizi yang diberikan, juga tentang pola pengasuhan. Jadi stunting ini bukan hanya masalah ekonomi tapi ada juga dari pola pengasuhan yang kurang baik. Walaupun orang kaya tetapi pola pengasuhannya tidak baik, maka anak bisa gizi buruk” pungkasnya.

(DH)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *